WELCOME TO CHECYL’S BLOG, IT’S EVERYTHING ABOUT KOREA & SUPER JUNIOR ^,^

Annyeonghaseyo, yeorobeun!

Let me be introduce my self 😁

Joneun Caecilia Anastacia Retno Ayuningtyas imnida 😜. Nama Korea ku Park Yunha (fanfiction name), Kim Sang Hee (author name) *gubraaak* #banyakamat 😒 hahaha.. tapi yang paling bener yaa Caecilia Kim ajah 😄 ㅋㅋㅋ. Lahir di Surakarta, 4 Juni 1991. Ng, aku kuliah di Universitas Atmajaya Yogyakarta, jurusan Hukum. Cita-cita jadi Hakim, pengarang novel atau singer 🎤 keinginan terbesar aku dalam hidup saat ini adalah seenggaknya aku bisa ketemu Yesung sekaliiiiiii aja sebelum nikah (emg aku mau nikah ama siapa, ya? Yesung !! HAHA~ ngarep) terus pengen peluk dia.. 🙆 i hope so… kalau cuma ketemu atau lihat sih udah tapi meluknya yang belum kesampaian 😭.

Aku adalah yeoja yang mabuk Kim Jong Woon a.k.a YESUNG setengah mati. Punya panggilan kesayangan buat Yesung, yaitu “Yesarang” kekeke~. Itu panggilan pribadi, hahaha 😄.

That’s my pict with Yesung ^^

Merried with Kim Jong Woon ^^Me with Yesung
Wkekekekeke~

Daaan, selingkuhan pertama adalah Henry oppa, lalu Eunhyuk oppa, kemudian Kyuhyun oppa. *maruk.com*

Welcome to my blog chingudeul. Ng… mian, mungkin blog ini akan penuh dengan nama Yesung di segala bagian. Maklumlah, author jatuh cinta setengah mati ama makhluk satu itu. Dan pasangan tetap blog ini adalah Y~Couple (Yesung & Yunha). Yunha itu nama Korea author buat di FF. Nggak bisa ngedapetin Yesung oppa di dunia nyata nggak masalah, di dunia FF kan bisa. Hahahaha…. Uhmm, di dunia nyata sih Puji Tuhan sekarang ini aku sedang menjalin hubungan dengan seorang namja dari Seoul, Korea Selatan 😍 namanya Kong Kyung Young.. 💑 my lovely jagiya yang menempati posisi ke-2 setelah Yesung oppa in my heart 😁 hahahaha… dan kami akan segera menikah… doakan kami yaaa, maafkan aku Yesung oppa.. karena kau wamil aku berpaling 😜하하하 and….. this is it…

image

LOVE HIM SO MUCH !!!! ♡♡♡
자기야 사랑해 영원히 chu~ 😙 💏

Daaaaaaan panggilan chingudeul, readers semuaa yg mampir kesini yaitu Y~SHIPPER’S. hohoho..

Yg mau kenalan lebih lanjut juga boleh.. lewat fb, twitter, line atau kakao talk 😄

FB : Checyl Jeremy Kim (full) & Caecilia Kim

Twitter : @checyl3424 & @caecilia_kim

Line & IG : checyl_kim

Kakao : caeciliakim

Oya, disini diberlakukan sistem kekeluargaan, jadi disahkan buat SKSD ke aku yaaa 😆. Tapi harap maklum kalo misalkan aku jawabnya suka singkat-singkat dan terkesan dingin. Aku tipe orang yang cuma bakal jawab apa yang ditanyain.

Nggak ada peraturan yang aneh-aneh di blog ini, jadi tenang aja. Aku bukan author yang bakal nulis gede-gede tentang Silent Reader. Nope. Aku ngehargain tiap readers kok, baik yang ninggalin komen maupun yang enggak. Jadi santai aja dan nggak usah minta maaf seandainya kalian nggak ninggalin komen. Aku mah ff aku dibaca aja udah syukur banget, komen itu bonusnya, sebagai penghargaan buat karya aku. Tapi enaknya sih nongol deh sekali-sekali, kita kenal-kenalan gitu. Setiap komen pasti aku bales.

Syarat disini cuma satu, please banget kita disini semuanya keluarga kpopers jadi tolong jangan ada bashing-bashingan. Ngasih kritik boleh, tapi tolong pake bahasa yang sopan. Aku disini buat nyalurin hobi, bukan nyari musuh. Ok? 😆

Last but not least, makasih buat semua readers yang udah mampir kesini. Geez, blog ini udah lama fakum dan untuk saat ini aku emang lagi fokus kuliah… maaf ya readers, thanks buat yang sudah berkunjung 😄. Khamsahamnida!!! Jeongmal!!! . Aku sayang kalian semua!!! 😄

CHU~ readers.. 🌹💐 😙😘😚

Iklan

Love is MiracLe – FF (Part 2)

Categories / Genre :

  • Korea Fanfiction
  • Comedy (?)
  • Romance
  • Continue

Main Cast                  :

  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung
  • Park Yunha (ChecyL Jeremy Kim)
  • Park Jung Soo a.k.a Leeteuk

Support Cast            :

  • Lee Donghae
  • Choi Siwon (Kim Siwon)
  • Choi Hyeri
  • Jung Soo Ra
  • Han Eun Soo

Author                        :

  • Kim Sang Hee (me) ^^

 

Yunha POV

Aku membuyarkan lamunanku dan kembali fokus berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang dimana ragaku dirawat.. Huh, apa-apaan dia ha?? Baru kali ini dia mengacuhkanku, dan bukankah dia ingin membuat misi ini berhasil eh, dan bukankah itu artinya dia harus tetap berada disampingku.. Aish,yunha.. Sudahlah, kenapa kau jadi memikirkan namja aneh itu eh.. Bukankah kau senang jika dia tidak lagi mengganggumu..

Aku berjalan pelan menembus pintu dan menemukan jung soo oppa yang sedang duduk,tertidur pulas disamping ranjangku, tangannya menggenggam tanganku dan masih terlihat jelas bekas air mata yang membasahi pipinya.. Ck! Dia namja yang kukira mengkhianatiku, kukira mencampakanku ternyata tetaplah park jung soo ku.. Dia tetaplah jung soo oppa yang cengeng, setia, perhatian, penuh kasih sayang dan bertanggung jawab.. Akulah sebenarnya yeoja babo yang telah berprasangka buruk padanya, dan telah mengambil keputusan yang benar-benar salah.. Bagaimana tidak salah eh, jika karena kebodohanku semua orang telah menangis, bersedih melihat keadaanku saat ini..  Aku ingin memeluk jung soo ku, aku masih ingin hidup didunia yang sama dengannya..

Besok adalah hari ke 15, itu berarti aku harus mencobanya!! Aku harus kembali pada ragaku bagaimanapun caranya!! Tapi bukankan semuanya akan berhasil hanya dengan satu syarat, aku harus berciuman dengannya saat aku benar-benar mencintainya.. Aish..tapi sampai detik ini aku masih saja tidak mencintainya.. Dan dimana sekarang dia ha?? Sudah 4 hari dia tidak muncul ataupun menggangguku, lalu bagaimana kalau besok dia masih saja tidak muncul dihadapanku eh?? Apa dia berubah pikiran?? Apa mungkin dia tidak mau menciumku karena dia tidak mencintaiku.. Dan benar, mungkin saja usahanya untuk berusaha mencintaiku selama ini tidak berhasil.. Aigoo.. Aku tahu dari awal ini tidak akan mudah, dia dan aku tidak mungkin bisa saling mencintai hanya dalam waktu 15 hari..

Ehm..bukankah tidak masalah jika besok aku mencoba berciuman dengannya meskipun kami belum bisa saling mencintai, kalaupun besok gagal masih ada satu kesempatan lagi, hari ke 30.. Ya!! Aku harus mencarinya sekarang.. Aku harus menemukannya dan menjalankan semua rencanaku ini.. Agghh… Dimana aku bisa menemukannya?? Oh, bukankah raganya juga dirawat dirumah sakit ini?? Ya, aku tinggal memasuki setiap kamar dan aku pasti bisa menemukannya.. Aigoo yunha babo!! Andai selama ini kau tidak mengacuhkannya, pasti sekarang kau sudah tau dengan pasti dimana dia berada..

Aku memulai pencarianku dari lantai dasar rumah sakit, mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru dan memasuki setiap ruangan rumah sakit yang berjajar rapi disepanjang koridor.. Hingga akhirnya kakiku terhenti pada salah satu ruang ICU.. Disana aku melihat seorang ajjhuma dan ajjushi yang nampak sangat sedih..  Pintu ICU terbuka, mereka langsung berhambur menuju dokter yang baru saja muncul dibalik pintu..

“Bagaimana dok??” Tanya ahjumma penuh harap…

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin..dan sekarang kita hanya bisa menunggu keajaiban..” Ujar dokter putus asa..

“……….” Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka, hanya isakan kecil yang keluar, menimbulkan suasana duka yang begitu mendalam..

Dokter itu mengernyitkan dahi “penyakitnya semakin parah.. Tapi tenanglah, kami masih tetap mengusahakan yang terbaik..”

“Ne..terimakasih dok..” Sahut ajjushi itu lirih berusaha terlihat tegar.. Penyakit?? Sebenarnya penyakit apa yang dia derita eh?? Sampai-sampai seakan sudah tidak ada harapan lagi untuknya sembuh??

Tanpa menunggu banyak waktupun dengan segera aku memasuki ruangan itu dan menemukan sosoknya yang sedang tertidur pulas disofa.. Aish..apa yang sedang dilakukannya ha?? Bisa-bisa nya dia tidur sedangkan diluar sana kedua orang tuanya sedang menangis..

“Yaa!!” Teriakku sembari kuguncang tubuhnya… “Yaaa!! Banguuun!!!”

“Hemm…” Gumamnya pelan.. Aigoo..sepertinya dia tidak sedang benar-benar tidur..

“Yaa!!apa yang kau lakukan ha??”

“Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini..” Sahutnya tanpa membuka mata sedikitpun..

“Aish..bukankah kau bilang kau ingin hidup.. Bahkan kau rela menukar apapun asal kau bisa kembali kedalam ragamu eh??”

“Ne…”

“Dan bukankah kau ingin bertemu dengan eomma kandungmu ha??” Teriakku semakin keras, berusaha membuatnya sedikit terhenyak..

“Ne, aku memang menginginkannya…” Jawabnya masih dengan nada datar.. Lalu diapun bangun dan beranjak keluar tanpa memandangku yang sedang memelototkan mata tajam kearahnya.. Aish..apa sebenarnya yang sedang dipikirkannya sekarang ha?? Kenapa tiba-tiba dia berubah.. Akupun berlari dan berhenti tepat dihadapannya.. Aku harus tahu apa yang sedang dipikirkannya saat ini?? Entahlah, tiba-tiba aku merasa urusannya menjadi urusanku juga..

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu ha??kenapa kau tidak muncul dihadapanku??kenapa kau menghindariku??”

“Aku sedang tidak ingin melihat wajahmu” ujarnya memalingkan muka..

“Aish..aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi padamu.. Tapi ingatlah, besok adalah hari ke 15.. Dan bukankah tidak ada salahnya jika kita mencobanya… Dan meskipun kau tidak mencintaiku, serta aku tidak mencintaimu.. Aku berharap semua akan berhasil dan kita bisa kembali hidup ke kehidupan kita masing-masing…” Tanpa menghiraukanku,dia berjalan pelan melewatiku yang sedang berbicara padanya… Aish..apa sebenarnya yang terjadi eh?? Begitu sulitnyakah mencium seorang yeoja yang tidak dicintainya?? Apa dia jijik menciumku, yeoja yang menyebalkan baginya..??

============

Yesung POV

“Aish..aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi padamu.. Tapi ingatlah, besok adalah hari ke 15.. Dan bukankah tidak ada salahnya jika kita mencobanya… Dan meskipun kau tidak mencintaiku, serta aku tidak mencintaimu.. Aku berharap semua akan berhasil dan kita bisa kembali hidup dalam kehidupan kita masing-masing…” Ujarnya yakin… Tak kuhiraukan perkataanya, dengan segera aku beranjak dari hadapannya.. Apa yang dia katakan eh?? Aku tidak mencintainya?? Dasar babo!! Apa dia tidak sadar, bahwa aku tidak menemuinya beberapa hari ini karena aku cemburu pada park jung soo.. Kenapa dia dengan mudah nya bisa tersenyum senang dan tertawa hanya karena melihat park jung soo.. Kenapa dia merubah keputusannya karena park jung soo, dan kenapa dia ingin kembali hidup juga karena park jung soo.. Dan seandainya besok berhasil, lalu dia kembali hidup dan ototomatis dia akan kembali kedalam pelukan park jung soo, bisakah aku menerima semuanya ha?? Menerima kenyataan bahwa dia lebih memilih namja itu dari pada aku.. Ck!! Aku tidak akan menciumnya besok, bukankah masih ada 15 hari lagi?? Kenapa harus terburu-buru.. Aku akan membuatnya mencintaiku terlebih dahulu.. Dan akupun tidak mau kebersamaanku dengannya berakhir begitu cepat.. Ya, sudah kuputuskan.. Aku hanya akan menciumnya pada hari ke 30.. Dan kalaupun pada hari itu aku gagal, dan kami mati.. Itu lebih baik kurasa, dari pada memciumnya besok dan melihatnya bersanding dengan namja lain..

============

“Kau datang??” Sahutnya senang saat aku menemuinya.. Ck! Aku tahu.. Dia begitu senang karena hari ini adalah hari ke 15, senang karena dia akan bisa kembali ke dunia yang sama dengan namja itu.. Dia pikir aku akan menciumnya sekarang eh?? Tidak akan..

“Ne…” Jawabku…

“Kita akan mencoba???”

“Anii”

“Yaa!! Apa maksudmu ha??” Teriaknya bingung…

“Aku tidak mau menciummu sekarang..”

“Waeyo??”

“Karena aku tidak ingin menciummu.. “

“Aish..aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu…”

“Aku yang tidak mengerti jalan pikiranmu..Apa kau pikir ini akan berhasil ha?? Aku tahu pasti alasan mu.. Kau merubah keputusan awalmu setelah mengetahui alasan jung soo meninggalkanmu.. Iya kan?? Dan kau tahu bukan bahwa semuanya tidak akan berhasil tanpa didasari cinta diantara kita..apa kau lupa semua itu ha??”

“Yaa!! Aku tidak mau tahu apapun.. Yang penting aku ingin segera hidup!! Jadi cium aku!!”

“Shireo!! Aku tidak bisa”

“Kenapa?? Kenapa kau tidak bisa ha??apakah aku sebegitu menjijikkan buatmu, sampai-sampai kau tidak mau menciumku??”

“Aku akan menciummu saat kau benar-benar mencintaiku.. Saat kau benar-benar menyadari bahwa akulah belahan jiwamu.. Bukan park jung soo..”

“apa kau suka padaku eh??”

“…….”

“Jadi benar..??kau cemburu?? Kau cemburu karena aku masih mencintai park jung soo,??”

“Ne.. Aku cemburu.. Puas kau ha..!!” Sahutku dengan nada tinggi,

“Baiklah… Kalau kau tidak mau, biarlah aku yang melakukannya” tiba-tiba saja dia berjinjit dan menarik kasar satu sisi wajahku, lalu dengan cepat dia menempelkan bibirnya ke bibirku, melumatnya dengan kasar… Kami masih tetap dalam posisi yang sama sampai beberapa menit.. Saling berciuman, saling berlomba menjelajahi bibir satu sama lain.. Entahlah setan apa yang merasukiku.. Semula aku yang hanya diam menanggapi ciumannya lama-lama tidak tahan merasakan bibir mungilnya yang bermain-main dibirbirku, hingga akhirnya aku terhanyut dalam permainannya, kuraih pinggangnya dengan tangan kananku hingga tubuhnya menempel ketubuhku, lalu tangan kiriku meraih tengkuknya..memperdalam ciuman kami.. Kugigit bibir bawahnya hingga aku bisa menjelajahi rongga mulutnya dan bermain-main dengan lidahnya.. Dia pun tanpa canggung membalasnya, memain-mainkan lidahnya dengan lidahku.. Entahlah akan bertahan berapa lama lagi kami dalam posisi seperti ini. Setelah cukup lama berciuman dan tak terjadi keajaiban apapun, kami pun mulai melepaskan diri dari satu sama lain.. Tepat seperti dugaan awalku, kami masih saja berdiri ditempat yang sama sebagai arwah yang bergentayangan, kami tidak kembali kedalam raga kami masing-masing.. Aku tahu sejak awal semua nya akan sia-sia jika dipaksakan,karena dia belum bisa mencintaiku.. Karena dia menjadikan jung soo sebagai alasan untuknya kembali hidup bukan aku.. Seharusnya akulah dicintainya, karena aku adalah takdirnya.. Seharusnya dia menciumku atas dasar cinta bukan menciumku karena terpaksa..

“Ck!! Bodoh!! Sejak awal seharusnya aku tidak pernah mempercayai ucapanmu.. Semuanya hanya omong kosong..”

“Sudah kubilang semua tidak akan berhasil sebelum kau bisa mencintaiku.. Jadi jangan salahkan aku jika semuanya gagal..”

“Jadi kau mau bilang kalau semua ini salahku ha??”

“Ne.. Semua memang salahmu.. Apa kau tidak sadar ha??”

“Yaa!!memangnya salah jika aku tidak bisa mencintaimu??”

“Ne…kau salah.. Kau bukannya tidak mencintaiku tapi kau tidak pernah mau berusaha mencintaiku”

“Cih..jadi kau jatuh cinta padaku dan menyalahkanku yang tetap mencintai jung soo..?”

“Aissh..terserah..”

“Aku benar-benar menyesal telah mempercayaimu selama ini.. Semuanya bullshit!!..”

“Dan aku juga menyesal telah jatuh cinta pada yeoja sepertimu..” Kataku tajam sebelum akhirnya aku beranjak meninggalakannya.. ck! Entah kenapa aku bisa melontarkan kata-kata seperti itu.. Yang ku tahu saat ini aku benar-benar marah padanya, marah karena dia mengira kalau semua ini adalah omong kosong, marah karena dia masih tetap mencintai namja itu.. Aish.. Sepertinya cemburu adalah kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini… Kenapa sampai sekarang dia sama sekali belum bisa mengalihkan sedikit cintanya untukku.. Kalau seperti ini bagaimana caranya kami bisa hidup kembali.. Agghhh!! Entahlah… Aku tak ingin memikirkan apapun sekarang.. Lebih baik aku pergi sejauh-jauhnya dari yeoja babo itu.. Dan kalaupun kita mati pada akhirnya itu adalah pilihan yang terbaik kurasa, dengan mati dia tidak akan pernah bisa kembali pada namja itu.. Dengan mati itu berarti hubungan mereka benar-benar sudah berakhir.. Apa aku salah jika aku tidak ingin melihatnya bersama dengan namja lain??apa aku salah eh??

 

-TBC-

 

semakin hari makin menggiLai yeppa… eottokae??? T_T

waahh…ni kayaknya masih terLaLu pendek buat dipubLish… tapiiii… udah bener” mentok mau Lanjutin….hahaha

 but, tenang aja.. Lanjutannya pasti aku bikiiin puaaanjaaaaang…

just Leave your comment pLease…!!!! jangan kayak hantu yang bergentayangan.. i just want to know you guys… 😀

gomawoyo ^^

I Can’t Stop Loving You (FF) – Part 7

Categories / Genre  :

  • Korea Fanfiction
  • Romance
  • Continue

 

Main Cast                   :

  • Park Jung Soo a.k.a Leeteuk
  • Park Dong Hae a.k.a Donghae
  • Shin Seung Ri (Ernitha Sinaga)

 

Support Cast             :

  • Kim Kibum
  • Seo Young SeuL

 

Author                        :

  • Kim Sang Hee (me) ^^

 

Dong Hae berdiri temenung di sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari rumahnya, memandangi sosok yeoja yang kini tengah duduk sendirian di salah satu bangku di sudut taman yang terlihat sepi, cukup jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

“Jangan menangis, Seung Ri-ya.. aku mohon..” Ujar Dong Hae lirih, yang tentu saja tidak akan mungkin terdengar oleh yeoja itu.

Tangan kiri Dong Hae terangkat, menyentuh dadanya yang terasa berat dan sesak. Rasanya begitu menyakitkan melihat yeoja yang sangat disukainya bersedih. Terlebih kali ini Dong Hae tahu apa yang menyebabkan yeoja itu seperti itu.

Sebenarnya Dong Hae ingin sekali menghampiri Seung Ri, tapi entah mengapa seperti ada sesuatu yang menahannya untuk tetap berdiri di tempatnya. Rasanya terlalu berat baginya untuk melangkah mendekat ke tempat dimana Seung Ri duduk sekarang. Padahal biasanya Dong Hae selalu berusaha berada di dekat yeoja itu, terutama saat yeoja itu sedang bersedih seperti sekarang ini. Biasanya Dong Hae akan melakukan berbagai usaha untuk menghiburnya dan menghilangkan semua kesedihan yang dirasakan yeoja itu, tapi untuk kali ini ia justru merasa bingung, tidak tahu harus bagaimana, tidak tahu harus berbuat apa.

‘Apa yang harus aku lakukan?’ Batin Dong Hae seraya menundukkan kepalanya, menatap rumput-rumput yang tumbuh dengan subur, seolah rumput-rumput hijau itu dapat memberinya jawaban.

Dddrrrttt…dddrrrttt…

Dong Hae sedikit terkejut saat tiba-tiba ponsel di saku celananya bergetar. Ia pun segera mengambil ponselnya dan menatap sejenak layar ponselnya. Ada panggilan masuk dari Young Seul.

“Yoboseyo..” Jawab Dong Hae dengan suara yang terdengar lemah dan tidak bersemangat.

“Dong Hae-a, kau dimana? Cepat pulang.. terjadi sesuatu pada Jung Soo..”

Mata Dong Hae membulat, tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak. Ia bisa mendengar nada suara cemas Young Seul di telepon.

“Apa yang terjadi pada Jung Soo hyung? Dia baik-baik saja, kan?” Tanya Dong Hae yang mulai panik.

“Hyungmu jatuh pingsan, Dong Hae-a..”

“Mwo..?”

“Cepat pulang,”

“Ne, arraseo, aku akan pulang sekarang..”

“Ppalliwa..”

Tanpa berpikir panjang Dong Hae langsung berlari pergi meninggalkan taman, dan meninggalkan Seung Ri yang masih duduk sambil menangis di bangku taman.

 

=================

 

“Noona, apa yang terjadi? Kenapa hyung sampai pingsan? Bagaimana keadaannya sekarang?”

Young Seul langsung bangkit dari tempatnya duduk, menatap Dong Hae yang baru tiba di rumah dan langsung memburunya dengan berbagai pertanyaan.

“Mollayo, waktu aku datang Jung Soo sudah terbaring tak sadarkan diri di lantai dekat pintu..”

“Kita bawa hyung ke rumah sakit saja, noona..”

“Tidak perlu, Dong Hae-a.. aku sudah menghubungi appa dan sekarang Jung Soo sedang diperiksa appa di kamarnya..”

Young Seul melingkarkan salah satu lengannya di bahu Dong Hae dan membimbing namja itu untuk duduk. Ia bisa merasakan nafas Dong Hae yang terengah-engah, namja itu pasti terburu-buru pulang ke rumah. Young Seul tahu Dong Hae sangat mengkhawatirkan keadaan hyungnya, sama seperti dirinya.

“Tenanglah, Jung Soo pasti akan baik-baik saja..” Ujar Young Seul seraya mengelus pelan punggung Dong Hae, mencoba menenangkan sepupunya itu.

 

==================

 

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya appa Young Seul keluar dari kamar Jung Soo. Dong Hae yang terlihat sangat cemas langsung bangkit dan menghampirinya, diikuti Young Seul di belakangnya.

“Bagaimana keadaan Jung Soo hyung?”

“Keadaannya sudah lebih baik sekarang, tapi dia harus banyak istirahat dan jangan biarkan dia banyak pikiran karena hal itu akan mempengaruhi kondisinya. Apa akhir-akhir ini Jung Soo sedang ada masalah?”

Dong Hae nampak tertegun sejenak saat mendengar pertanyaan yang diajukan appanya Young Seul. Tiba-tiba ia teringat kembali pada kejadian yang tadi dilihatnya tanpa sengaja.

‘Mungkinkah karena hal itu?’

Dong Hae menggelengkan kepalanya perlahan seraya bergumam, “Mollayo..”

“Dong Hae-a, bantu aku membujuknya untuk melakukan pembedahan.. bagaimanapun juga aku sangat mengkhawatirkan kondisinya, Jung Soo bukan hanya sekedar pasienku, tapi dia juga adalah keponakanku sendiri.. lagipula sejak orang tua kalian meninggal, kalian berdua menjadi tanggung jawabku.. karena itu aku ingin yang terbaik untuk kalian, dan saat ini melakukan pembedahan adalah jalan terbaik untuk Jung Soo..”

“Ne, aku akan berusaha membujuk hyung..” Ujar Dong Hae lirih.

“Baiklah, aku harus kembali ke rumah sakit.. Young Seul-a, kau bantu Dong Hae merawat Jung Soo di sini, arra?”

“Arraseo, appa..”

Dong Hae pun akhirnya menemani Young Seul mengantar appanya sampai ke luar rumah. Ia dan Young Seul sama-sama membungkukkan tubuh mereka saat appa Young Seul pergi meninggalkan rumah dengan mobilnya. Dong Hae baru saja hendak kembali ke dalam rumah ketika ia mendengar Young Seul menggumamkan sesuatu.

“Gerimis..”

Dong Hae membalikkan tubuhnya menghadap Young Seul. Yeoja itu tengah mengulurkan tangannya ke depan, terlihat beberapa tetes air hujan jatuh membasahi telapak tangannya. Tiba-tiba Dong Hae teringat pada seseorang yang barusan ia tinggalkan begitu saja di taman.

‘Seung Ri-a..’

Dong Hae buru-buru masuk ke dalam rumahnya, mengambil payung dan langsung keluar lagi.

“Noona, aku titip hyung padamu.. aku harus keluar..!” Seru Dong Hae seraya pergi meninggalkan rumah, sementara Young Seul hanya bisa terheran-heran melihat Dong Hae yang pergi begitu saja.

 

=================

 

Seung Ri masih bertahan di tempatnya semula. Ia belum juga beranjak dari tempatnya duduk meskipun tetesan air hujan mulai berjatuhan membasahinya. Seolah tidak peduli dirinya akan basah kuyup oleh air hujan yang turun semakin deras, Seung Ri terus duduk termangu di bangku taman, memikirkan apa yang baru saja terjadi padanya.

‘Kau benar-benar menyedihkan, Seung Ri-a.. sampai kapan kau akan terpuruk seperti ini?’

Dalam hati, Seung Ri merutuki dirinya sendiri yang masih terus saja meratapi hubungannya dengan Jung Soo yang harus berakhir. Seung Ri merasa kesal pada dirinya sendiri. Padahal baru kemarin malam Seung Ri bertekad untuk mengubur semua kenangannya bersama Jung Soo dan melupakan semuanya kesedihannya, tapi ternyata hari ini ia telah kembali menangis karena seorang Park Jung Soo.

‘Kenapa hanya untuk melupakannya saja harus terasa begitu sulit seperti ini?’

Seung Ri menundukkan kepala dan memeluk tubuhnya dengan tangannya sendiri. Ia mulai merasa kedinginan. Saat ini tubuhnya telah basah kuyup, tapi Seung Ri masih terlihat enggan untuk beranjak dan mencari tempat untuk berteduh. Ia masih terus membiarkan tubuhnya diguyur hujan hingga tiba-tiba ia melihat sepasang kaki berbalut celana jeans dan bersepatu putih muncul di hadapannya, dan tiba-tiba Seung Ri merasa tubuhnya tidak lagi kehujanan. Seung Ri mendongakkan kepalanya, menatap kosong sosok seseorang yang tengah menaunginya dengan payung.

“Dong Hae-a..” Panggil Seung Ri seraya bangkit dari tempatnya duduk tanpa sedikitpun melepaskan pandangannya dari namja di hadapannya. “Apa yang sedang kau lakukan di sini?”

“Harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa hujan-hujan duduk di tempat ini? Kau bisa sakit, Seung Ri-a..”

“Dong Hae-a..”

Seung Ri langsung menghambur ke arah Dong Hae dan memeluk namja itu. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Yang ia tahu, ia hanya ingin meluapkan semua kesedihannya pada namja itu.

 

=================

 

Dong Hae langsung tersentak saat tiba-tiba Seung Ri memeluknya. Yeoja itu membenamkan kepala di dadanya. Dong Hae bisa merasakan tubuh yeoja itu bergetar, pundaknya terlihat naik turun dan Dong Hae bahkan bisa mendengar suara isakan pelan dari yeoja itu.

“Kau menangis?” Tanya Dong Hae, tangan kirinya terangkat dan mengelus pelan kepala Seung Ri sementara tangan kanannya masih memegang payung.

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Seung Ri, tapi Dong Hae bisa merasakan Seung Ri menganggukkan kepalanya perlahan.

“Wae?” Tanya Dong Hae lagi, meskipun sebenarnya ia sendiri sudah tahu apa yang menyebabkan Seung Ri menangis. Hyungnya, Seung Ri menangis karena hyungnya. Setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Dong Hae setelah apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri di halaman depan rumahnya tadi.

“Dong Hae-a, eotteokhajyo? Aku sudah berusaha tidak memikirkannya.. aku sudah mencoba melupakannya.. tapi semuanya selalu saja gagal, dan pada akhirnya aku akan kembali seperti ini, menangis dan menangis seperti ini.. kenapa aku terlihat begitu menyedihkan?”

“Seung Ri-a..”

Hati Dong Hae terasa perih seketika mendengar Seung Ri berbicara dengan sesekali diselingi isakan tangisnya.

‘Kau tidak bisa melupakannya.. kau tidak bisa melupakan Jung Soo hyung karena hingga saat ini kau masih mencintainya..’

“Aku lelah, Dong Hae-a.. aku tidak ingin terus-menerus begini.. bagaimana aku bisa melupakannya?”

Dong Hae sedikit mendorong tubuh Seung Ri ke belakang, membuat yeoja itu melepaskan pelukannya. Ia menatap lekat yeoja di hadapannya itu. Rambut Seung Ri yang lepek karena basah, matanya yang merah dan sembab karena menagis, wajahnya yang basah karena air mata sekaligus air hujan, dan seluruh tubuhnya yang basah kuyup karena kehujanan, membuat Dong Hae benar-benar merasa sedih melihatnya seperti ini.

“Kau tidak perlu melupakannya..” Ujar Dong Hae, membuat Seung Ri menatap bingung ke arahnya.

“Mwo..?”

“Ada sesuatu hal yang membuatmu selalu sedih dan menangis setiap kali kau mengingatnya, karena itu kau ingin sekali melupakannya, benar kan?” Tanya Dong Hae seraya menatap Seung Ri yang terlihat menganggukkan kepalanya sambil terus memandang ke arahnya dengan tatapan penuh tanya. “Kau tidak perlu melupakannya, Seung Ri-a.. yang perlu kau lakukan adalah merelakannya..”

“Merelakannya..?”

“Ne.. asalkan kau rela melepasnya, maka saat kau mengingatnya kau tidak akan menangis seperti ini..” Ujar Dong Hae lagi. Tangan kirinya kembali terangkat, kali ini menyentuh pipi Seung Ri dan mengusapnya dengan lembut, menghapus air mata yang tersisa di pipi yeoja itu. “Bahkan hal itu akan menjadi kenangan indah yang akan terus kau simpan di hatimu, bukan sebagai kenangan buruk yang harus kau lupakan..” Tambahnya seraya tersenyum pada Seung Ri meski dengan sedikit berat hati, karena sejujurnya hatinya masih terasa perih mengingat kenyataan tentang Seung Ri dan hyungnya.

“Gomawo, Dong Hae-a..”

Dong Hae hanya diam ketika Seung Ri kembali memeluknya. Ia tidak membalas pelukan yeoja itu, tangan kanannya masih memegang payung sementara tangan kirinya terus berada di samping tubuhnya. Dong Hae tidak tahu harus merasa senang atau sedih dalam keadaan seperti sekarang ini, karena meskipun yeoja yang sangat disukainya kini sedang memeluknya, tapi ia sadar bahwa hati yeoja itu mungkin tidak akan pernah menjadi miliknya, karena ia tahu yeoja itu sangat mencintai Jung Soo, hyungnya sendiri.

 

===============

 

“Aku pulang..”

Young Seul mengalihkan pandangannya dari majalah yang tengah dibacanya, menatap Dong Hae yang baru saja kembali.

“Kau sudah kembali? Kenapa bajumu basah? Bukankah saat pergi kau membawa payung?”

“Ne..”

Young Seul mengerutkan keningnya, merasakan keanehan di diri sepupunya itu. Ia mengajukan banyak pertanyaan tapi Dong Hae hanya menjawabnya dengan satu kata ‘ne’. Padahal biasanya Dong Hae akan menjawab dengan panjang lebar meski ia hanya melontarkan satu pertanyaan sekalipun.

“Waeyo? Kenapa kau terlihat begitu lesu? Apa terjadi sesuatu?”

“Ani..”

Young Seul semakin mengerutkan keningnya. Jelas-jelas ia melihat ekspresi muram di wajah Dong Hae, nada suaranya pun terdengar lemah dan tidak bersemangat, sangat tidak mungkin jika tidak terjadi sesuatu padanya. Dong Hae benar-benar terlihat tidak seperti yang biasanya.

“Baiklah, sebaiknya kau ganti pakaianmu, kalau tidak kau bisa masuk angin.. aku akan membuatkan minuman hangat untukmu..”

“Ne,”

So Hee menghela nafasnya sambil terus memperhatikan Junsu yang kini tengah menyeret kakinya menuju kamarnya dengan kepala tertunduk.

‘Apa kau begitu mencemaskan hyungmu hingga kau seperti itu, Junsu-a..?’

Young Seul akhirnya menutup majalah yang barusan ia baca dan menaruhnya di atas meja. Ia kemudian bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.

“Kau harus sembuh, Jung Soo-a.. kami sangat menyayangimu dan tidak ingin kehilanganmu..” Ucap Young Seul lirih seraya membuatkan minuman hangat untuk Dong Hae.

 

================

 

Dong Hae kembali keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Jung Soo. Dengan perlahan ia membuka pintu kamar Jung Soo yang tertutup lalu berjalan pelan menghampiri Jung Soo yang tengah berbaring di atas tempat tidur. Dong Hae menatap Jung Soo yang tengah terpejam seraya duduk di tepi tempat tidur hyungnya itu. Jung Soo hyungnya terlihat begitu pucat dan lemah, membuatnya merasa sedih.

“..dia harus banyak istirahat dan jangan biarkan dia banyak pikiran karena hal itu akan mempengaruhi kondisinya. Apa akhir-akhir ini Jung Soo sedang ada masalah?”

Tiba-tiba Dong Hae teringat pada ucapan appanya Young Seul setelah memeriksa kondisi Jung Soo, membuatnya kembali berpikir tentang penyebab dropnya kondisi Jung Soo.

‘Hyung, apa semua ini karena pertemuanmu dengan Seung Ri?’ Batin Dong Hae sambil terus menatap hyungnya. Ia lalu memejamkan matanya, saat kilasan kejadian tadi siang kembali terngiang-ngiang di kepalanya. 

“Kau benar, aku memang membohongimu.. aku tidak bertunangan dengan Young Seul atau yeoja manapun. Lalu apa maumu sekarang? Mengembalikan hubungan kita seperti dulu lagi? Ani, hal itu tidak akan terjadi, Seung Ri-a, tidak akan pernah..”

Dong Hae kembali membuka matanya, dan menatap sendu ke arah Jung Soo. Perkataan hyungnya tadi siang pada Seung Ri yang tanpa sengaja didengarnya, membuatnya akhirnya menyadari arti dari keanehan sikap hyungnya dan Seung Ri yang dirasakannya saat pembukaan kafe hyungnya itu tempo hari. Ia pun akhirnya tahu alasan mengapa Seung Ri selalu terlihat murung dan sedih. Kesedihan itu,  tangisan itu, semuanya karena hyungnya, karena Seung Ri masih sangat mengharapkan hyungnya. Seung Ri begitu mencintai hyungnya, Dong Hae tahu itu, ia bisa melihatnya di diri yeoja itu. Lalu bagaimana dengannya? Bukankah ia sendiri juga sangat menyukai Seung Ri?

“Eotteokae, hyung? Apa yang harus ku lakukan? Haruskah aku menyerah?” Ujar Dog Hae lirih, masih sambil menatap sendu ke arah Jung Soo yang tengah terpejam.

“Waeyo, Dong Hae-a..?”

Kedua mata Dong Hae seketika membulat saat mendengar suara Jung Soo yang terdengar lemah. Ia sama sekali tidak menyangka Jung Soo mendengar perkataannya. Dilihatnya hyungnya itu kini mulai membuka matanya perlahan dan menatap ke arahnya.

“Hyung, apa aku membuatmu terbangun?” Tanya Dong Hae sambil menatap cemas ke arah Jung Soo.

“Ne,”

Dong Hae kembali mendengar suara lemah Jung Soo, membuatnya merasa bersalah karena telah mengganggu istirahat hyungnya itu.

“Mianhae..”

“Gwaenchanayo.. kau kenapa? Apa terjadi sesuatu?”

“Aniyo,” Jawab Dong Hae sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum, berusaha terlihat normal di depan Jung Soo. “Bagaimana keadaanmu, hyung? Sudah merasa lebih baik?”

“Ne.. mian, membuatmu cemas..”

Dong Hae melihat Jung Soo tersenyum ke arahnya, senyum lemah yang menghiasi wajah pucatnya. Dong Hae tahu hyungnya itu ingin terlihat baik-baik saja, meskipun kenyataannya justru mengatakan sebaliknya.

“Hyung, kau harus melakukan pembedahan itu..”

Dong Hae bisa melihat senyuman di wajah Jung Soo seketika lenyap setelah ia mengucapkan kalimat itu. Persis seperti dugaannya, Jung Soo pasti tidak akan suka dengan pembicaraan ini.

“Shireo.”

“Hyung..”

“Jangan paksa aku, Dong Hae-a.. kau tahu aku tidak akan pernah mau melakukannya.”

“Tapi, hyung..”

Dong Hae menghentikan kalimatnya saat Jung Soo membalikkan tubuh memunggunginya seraya menarik selimut hingga menutupi kepalanya.

“Aku mau melanjutkan tidurku, kau juga istirahatlah..”

Dong Hae menghela nafas panjang. Ia tahu, percuma berdebat dengan Jung Soo tentang masalah ini. Hyungnya itu selalu saja menolak. Sekeras apapun ia berusaha membujuknya, Jung Soo tetap tidak mau melakukan pembedahan itu. Dong Hae tahu alasan Jung Soo menolaknya karena efek samping yang timbul dari pembedahan itu, kehilangan memori, gangguan penglihatan, gangguan berbicara, dan mungkin masih ada lagi efek samping lainnya, tapi Dong Hae masih tetap berharap Jung Soo mau melakukan pembedahan itu. Dong Hae ingin hyungnya sembuh.

“Baiklah, hyung.. istirahatlah, supaya kau cepat pulih..” Ujar Dong Hae pada akhirnya seraya melangkah keluar dari kamar Jung Soo.

 

================

 

Young Seul tengah melangkahkan kakinya menuju kamar Dong Hae sambil membawa secangkir minuman hangat yang baru saja dibuatnya. Ia menghentikan langkahnya saat dilihatnya Dong Hae keluar dari kamar Jung Soo.

“Dong Hae-a,” Panggil Young Seul, membuat Dong Hae urung melangkah menuju kamarnya sendiri dan berbalik menghadap ke arahnya “Ini minumanmu..” Tambahnya sambil menunjukkan apa yang ada di tangannya pada Dong Hae.

“Gomawo, noona..”

Young Seul tersenyum saat Dong Hae meraih secangkir minuman hangat itu dari tangannya, tapi seolah tidak mempedulikannya, Dong Hae hanya terus berjalan menuju sofa. Young Seul terus mengarahkan pandangannya pada sepupunya yang kini telah duduk di sofa sambil terus menatap kosong ke arah cangkir yang dipegangnya. Dong Hae benar-benar terlihat lain kali ini, membuat Young Seul jadi merasa khawatir.

 

================

 

“Minumlah, sebelum dingin..”

“Ne,”

Dong Hae meneguk sedikit minumannya, lalu menaruh cangkir minumannya itu di atas meja di depannya.

“Dong Hae-a, gwaenchanhayo?”

Dong Hae menoleh ke arah sampingnya, menatap Young Seul yang kini telah duduk di sampingnya. Ia lalu menganggukkan kepalanya perlahan sambil merusaha menunjukkan seulas senyum untuk menjawab pertanyaan Young Seul barusan, dan akhirnya kembali menatap cangkir minumannya yang kini berada di atas meja.

“Kau dari kamar hyungmu?”

“Ne,”Jawab Junsu singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari cangkir minumannya.

“Kau kelihatan lesu sekali.. waeyo? Tidak mau cerita padaku?”

Dong Hae menghela nafas panjang saat mendengar pertanyaan Young Seul. Ia sadar saat ini ia tidak terlihat seperti biasanya, seorang Dong Hae yang periang. Hari ini terasa begitu berat baginya. Kepalanya terasa dipenuhi dengan berbagai persoalan yang membuatnya merasa pusing.

“Eotteokae, noona? Jung Soo hyung tetap tidak mau melakukan pembedahan itu..” Ujar Dong Hae pada akhirnya, mengeluarkan salah satu unek-uneknya pada Young Seul.

“Sabarlah, Dong Hae-a.. mungkin nanti kita akan bisa membujuknya..”

“Tapi aku takut.. aku takut sesuatu hal yang buruk terjadi padanya.. aku sudah kehilangan omma dan appa, aku tidak ingin Jung Soo hyung juga pergi meninggalkanku..”

“Kau tidak boleh bicara seperti itu, Dong Hae-a.. kondisi Jung Soo pasti akan membaik..”

“Aku sudah melihat hasil lab terakhirnya, noona.. Jung Soo hyung.. penyakitnya bertambah parah.. sel-sel kankernya sudah menyebar di otaknya..”

Dong Hae menitikkan air matanya, kesedihan dan ketakutan yang dirasakannya membuatnya tidak bisa mencegah air matanya untuk keluar. Ia bahkan tidak bisa menghentikan tangisnya saat Young Seul memeluknya dan mengelus punggungnya dengan lembut.

“Jangan menangis, Dong Hae-a.. kau harus kuat, demi hyungmu..”

 

================

 

Jug Soo hanya bisa berdiri tertegun di ambang pintu kamarnya yang baru saja ia buka sambil menatap pilu ke arah Young Seul yang tengah memeluk Dong Hae yang menangis karena memikirkan dirinya, memikirkan penyakitnya. Sofa yang diduduki Dong Hae dan Young Seul berada di depan kamarnya, membuatnya bisa mendengar apa yang tengah dibicarakan keduanya, meski terdengar sayup-sayup.

‘Semua ini karena aku, karena penyakitku.. mereka bersedih karena aku..’

Jung Soo menundukkan kepalanya, melihat Young Seul dan Dong Hae saat ini hanya membuatnya semakin merasa sedih. Young Seul bahkan ikut menangis, padahal yeoja itu sedang berusaha membuat Dong Hae berhenti menangis.

Jung Soo akhirnya kembali menutup pintu kamarnya dengan perlahan lalu menyandarkan tubuhnya di pintu itu. Pelan-pelan tubuhnya mulai merosot hingga akhirnya Jung Soo terduduk di lantai.

“Mian, Dong Hae-a.. tapi aku tidak bisa kehilangan memoriku, aku tidak ingin kenanganku bersama Seung Ri hilang karena pembedahan itu..” Ujar Jung Soo lirih, butiran air mata mulai berjatuhan membasahi pipinya.

Selama ini Jung Soo memang selalu menolak untuk melakukan pembedahan karena ia tidak ingin kehilangan kenangannya bersama Seung Ri. Padahal sejak hubungan mereka berakhir Jung Soo selalu berusaha untuk melupakan Seung Ri dan mencoba untuk berhenti memikirkan Seung Ri, tapi justru ia lebih memilih untuk tidak melakukan pembedahan itu daripada ia harus kehilangan memorinya, meski hal itu demi kesembuhannya sendiri. Penyakit yang dideritanya itu telah membuatnya terpaksa harus melepaskan Seung Ri, walaupun sebenarnya ia masih sangat mencintai yeoja itu. Dan Jung Soo benar-benar tidak sanggup jika ia juga harus melepaskan kenangannya bersama yeoja itu, karena hanya kenangan itulah yang ia miliki untuk menemaninya menjalani sisa hidupnya yang mungkin tidak lama lagi.

“Biarkan aku terus memiliki kenangan itu sampai aku mati..”

Jung Soo memejamkan kedua matanya, membiarkan kenangan masa lalunya yang bahagia bersama Seung Ri kembali melintas di pikirannya, sementara air matanya terus mengalir turun membasahi pipinya meski matanya tengah terpejam.

 

================

 

“Jung Soo-a..!”

“Hyung..!”

Jung Soo sedikit tersentak saat mendengar suara Young Seul dan Dong Hae yang memanggilnya. Kedua orang itu terlihat terkejut karena mendapati dirinya tengah berada di dapur, pagi-pagi, dan sibuk memasak.

“Hyung, apa yang sedang kau lakukan?”

“Membuat sarapan untuk kita bertiga..” Jawab Jung Soo datar sambil kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.

“Tapi kondisimu kan masih lemah, Jung Soo-a..”

“Aku bosan hanya berbaring saja di dalam kamar..” Jawab Jung Soo seraya menatap Dong Hae dan Young Seul yang tengah berjalan mendekat ke arahnya. Keduanya masih memakai piyama, dan dari wajah mereka terlihat jelas kalau mereka baru bangun tidur.

“Kau harus istirahat, hyung.. Biarkan Young Seul noona saja yang menyiapkan sarapan..”

“Aku baik-baik saja, Dong Hae-a.. jangan terlalu berlebihan mengkhawatirkanku seperti ini..” Ujar Jung Soo sambil melepaskan tangan Dong Hae  yang menggenggam tangannya, mencoba membawanya menjauh dari dapur. Ia merasa sedikit kesal karena Dong Hae memperlakukannya seperti orang sakit, meskipun sebenarnya ia memang sakit.

“Jung Soo-a.. Dong Hae benar, kau harus banyak istirahat..”

Pandangan Jung Soo beralih pada Young Seul. Yeoja itu tersenyum ke arahnya sementara Jung Soo sendiri membalas senyuman itu dengan muka masamnya.

“Kau juga terlalu berlebihan, Young Seul-a..”

“Aku tidak berlebihan. Dua hari lagi aku akan bertunangan dan aku tidak mau mendengar alasan kau tidak bisa datang karena kau sakit. Duduklah, biar aku yang menyiapkan sarapan..”

Jung Soo menghela nafas panjang. Tidak ada gunanya berdebat dengan Young Seul karena ia tahu ia tidak akan menang melawan sepupunya itu.

“Apa perlu aku tuntun?”

“Tidak perlu, aku masih bisa berjalan sendiri.” Jawab Jung Soo ketus seraya melepaskan celemek yang dipakainya lalu melangkahkan kakinya menuju meja makan.

 

===============

 

“Noona, aku hampir lupa kalau lusa kau akan bertunangan..”

“Yaa! Mana boleh kau melupakan hal penting seperti itu?”

Young Seul menatap tajam ke arah Dong Hae, sementara Dong Hae hanya cuek sambil terus menyantap sarapan paginya, membuat Jung Soo yang menyaksikan pemandangan itu tersenyum geli karena tingkah dua saudaranya.

“Tidak perlu khawatir, noona.. aku pasti datang,”

“Tentu saja kau harus datang.. dan jangan lupa ajak Seung Ri bersamamu..” Ujar Young Seul lagi, membuat Dong Hae dan Jung Soo seketika itu juga menghentikan kegiatan sarapan mereka. “Wae? Kenapa kalian diam? Apa aku salah bicara?” Tanyanya, bingung melihat kedua sepupunya yang tiba-tiba hanya diam tertegun sambil memandangi piring sarapan mereka masing-masing.

“Kenapa.. aku harus mengajak.. mengajak Seung Ri ke acara pertunanganmu, noona?” Tanya Dong Hae dengan sedikit terbata-bata sambil melirik sekilas ke arah Jung Soo, dilihatnya hyungnya masih diam tertegun.

Young Seul menatap heran ke arah Dong Hae yang terlihat gugup dan sedikit salah tingkah. Namja itu kini meraih gelas di hadapannya, meneguk air yang ada di dalamnya hingga habis.

“Memangnya kau tidak mau membawanya sebagai pasanganmu? Bukankah kau sangat menyukainya?” Tanya Young Seul, membuat Dong Hae tersedak minumannya sendiri. “Yaa! Hati-hati kalau minum, kau tidak perlu gugup begitu hanya karena aku mengatakan kalau kau menyukai Seung Ri..” Tambahnya, seraya mengusap-usap punggung Dong Hae, berharap hal itu bisa membuat Dong Hae berhenti batuk-batuk.

“Ani, noona.. bukan seperti itu..” Sanggah Dong Hae sambil kembali melirik ke arah hyungnya, Jung Soo telah kembali melanjutkan sarapannya, terlihat tidak peduli dengan pembicaraannya bersama Young Seul.

“Sudahlah, tidak perlu mengelak, aku tahu kau sangat menyukai Seung Ri..”

“Noona..”

“Young Seul benar, datanglah bersamanya, Dong Hae-a..”

“Ne..?”

Dong Hae nampak terkejut saat Jung Soo tiba-tiba berbicara, tidak menyangka hyungnya akan mengatakan hal itu padanya, apalagi dengan ekspresi yang datar seperti itu.

“Hyung..” Panggil Dong Hae sambil menatap hyungnya lekat.

“Wae? Jangan menatapku seperti itu, Dong Hae-a.. cepat habiskan sarapanmu..” Ujar Jung Soo sambil kembali menyibukkan diri dengan makanan di hadapannya, berusaha menghindari tatapan Dong Hae. Entah mengapa Jung Soo tidak suka Dong Hae menatapnya seperti itu, seolah Dong Hae tahu ada sesuatu diantara dirinya dan Seung Ri.

 

===============

 

“Kau mau datang? Kalau kau merasa keberatan aku tidak akan memaksamu..”

“Aku tidak keberatan, aku akan datang, Dong Hae-a..”

Dong Hae tertegun sejenak, menatap yeoja di hadapannya yang tengah tersenyum padanya.

‘Kau benar-benar tidak keberatan jika harus bertemu dengan Jung Soo hyung di acara itu nanti? Bukankah itu akan menyakitimu? Atau kau memang ingin bertemu lagi dengannya? Apa kau masih mengharapkannya, Seung Ri-a..?’

Begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di kepala Dong Hae, tapi ia tidak bisa menanyakannya langsung pada Seung Ri.

“Kau serius akan datang?”

“Tentu saja, bukankah Young Seul eonni mengundangku untuk datang ke acara pertunangannya? Tidak baik kan, jika aku menolak untuk datang?”

“Ne, kau benar..” Jawab Dong Hae pada akhirnya. “Baiklah, besok aku akan menjemputmu..” Tambahnya, seraya mengulas sebuah senyum di wajahnya.

 

================

 

“Dong Hae-a..”

Dong Hae menatap takjub ke arah yeoja yang kini telah berdiri di hadapannya. Seung Ri terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun putih selututnya.

“Mian, membuatmu menunggu..”

Dong Hae masih diam dan terus mengamati Seung Ri, membuat Seung Ri jadi salah tingkah karena Dong Hae tidak berhenti menatapnya.

“Wae? Apa aku terlihat aneh?”

“Aa.. ani, aniyo, kau terlihat sangat cantik..” Ujar Dog Hae dengan segera, membuat Seung Ri tersipu malu.

“Gomawo, kau juga terlihat sangat tampan dengan jas itu..”

“Kau baru menyadarinya? Sejak dulu aku memang sudah tampan..” Ujar Dong Hae membanggakan diri.

“Aish, kau ini..”

“Hahahaha..”

Dong Hae malah tertawa saat melihat reaksi Seung Ri, membuat Seung Ri tersenyum geli karena mendengar tawa Dong Haeyang unik.

“Kita pergi sekarang..?”

Tawa Dong Hae langsung terhenti saat mendengar pertanyaan Seung Ri. Ia kembali menatap ke arah Seung Ri, dan kali ini tatapannya terlihat lebih sendu.

‘Kau yakin akan pergi? Apakah semuanya akan baik-baik saja jika kau bertemu lagi dengan Jung Soo hyung?’

“Dong Hae-a, waeyo?”

Pertanyaan Seung Ri membuat Dong Hae tersentak dari lamunannya, ia pun segera menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Ani.. kajja, kita pergi sekarang..”

 

To Be Continue…

 

Commentnya ditunggu ya readers ^^

Gomawoyo 😀

 

(Y-CoupLe) First Love Agency – Part 3

Judul :

  • First Love Agency

Author :

  • Kim Sang Hee (checyL)

Maincast:

  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung
  • Park Yunha a.k.a Checyl Jeremy Kim II
  • Park Jung Soo a.k.a Leteeuk

Disclaimer :

  • this is really my fanfic. no copas!

y couple

I want to hug you soon …

Take tuk accompanied my steps …

But not right to me …

And would I force it …

You’re still not mine …

Not yet a beloved …

And I have not become part of your life …

Not to be the one who always fill your heart …

 

 

 

Yunha POV

 

Aku menghembuskan nafas keras-keras, mengerucutkan bibir, melangkahkan kaki secepat mungkin sembari sesekali melirik jam yang tertera di layar ponselku. Aish.. Rasanya aku benar-benar ingin mencakar hingga hancur wajah imut namja yang kini berjalan dibelakangku. Bagaimana tidak eh? Dia dengan seenaknya memasang wajah santai seperti itu, padahal jelas-jelas perahu yang kita gunakan untuk menyeberang berangkat 5 menit lagi. Dan itu adalah perahu terakhir!

Kalau sampai ketinggalan,apa dia pikir dia akan berenang menyeberangi sungai ini untuk sampai ke seberang sana eh? Dasar!

Dan lagi! Bagaimana bisa dia mengajakku ke kuil tak jelas seperti ini, ck! Oke! Aku tahu ini semua bukan sepenuhnya salahnya. Dia sudah berusaha dengan susah payah untuk mencari Park Jung Soo. Tapii… Aku kan sudah bilang berkali-kali bahwa aku tidak ingin mencarinya! Aish… Sudahlah.. Mengingat semua itu membuat kekesalanku semakin menggunung…

“Yaa! Bisa tidak kau berjalan sedikit pelan huh?”Protesnya.

 

“Babo! Apa kau mau kita ketinggalan perahuya?” Jawabku kesal tanpa mengurangi kecepatan langkah kakiku.. Dia mendengus dan baru akan mengucapkan sesuatu ketika aku berhenti lalu berlari ketika melihat perahu yang seharusnya kami tumpangi sudah mulai meninggalkan dermaga..

“Heeiiiii…tunggu!!! Ajjushiii..tunggu…” Teriakku…

“Tungguuuu” teriakku sekali lagi..

 

“Percuma! Perahunya tidak akan berhenti dan kembali.. Sudahlah!!” Ujar yesung tanpa dosa sambil mengatur nafasnya yang berantakan karena menyusulku berlari..

 

“Yaa! Itu perahu terakhir! Lalu bagaimana kita bisa kembali kerumah huh? Dan kau bilang kita tidak akan pergi ke tempat yang jauh dari seoul, lalu ini apa? Dan satu lagi! kita ketinggalan perahu itu juga karena kau yang berjalan sangat lambat seperti keong.. Lalu kau dengan santainya bilang ‘SUDAHLAH’ apa kau gila?”

 

“Mwo?”

 

“Kau sengaja? Bukankah kau bilang sudah merencanakan semuanya dengan baik didalam map kesayanganmu itu huh? Aisshh…. Kau benar-benar!!!!” Teriakku semakin kesal.

Dia masih saja diam, memandangku tanpa ekspresi kemudian mengambil sesuatu dari saku celananya.

“Masih ada perahu penyeberangan berikutnya, berangkat 30 menit lagi” katanya lalu menyodorkan dua lembar tiket tepat didepan mataku.

“Aku sudah merencanakan semuanya dengan sangat baik Yunha~sshi” tambahnya lalu berjalan mendahuluiku menyusuri sebuah jalan setapak mendekat ke bibir sungai. Aku hanya meringis, merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak-teriak marah sebelum memberinya kesempatan untuk memberi penjelasan. Dan ternyata dugaanku tadi salah besar! dia sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Bahkan sangat baik!

 

Aku menggigit bibir, apakah seharusnya aku meminta maaf?

 

“Yesung~a!” Panggilku dan dia menoleh. Rambutnya acak-acakan tertiup angin membuat dia terlihat…tampan! Benar, dia memang tampan. Dan juga imut, manis dan…ah, apa yang kau pikirkan yunha~ya?

 

” Waeyo?”

Aku tersentak kaget dan dia mengernyitkan dahinya menungguku berbicara..

 

“Ehm..Mianhae”

 

“Apa?”

 

“Aish..apa kau tuli! Aku bilang mianhae!” Jawabku kesal..

 

Dia tesenyum kemudian tertawa tanpa suara lalu berbalik menghadapku.. “Seharusnya aku merekamnya tadi,”

 

Aku hanya bisa terdiam, berusaha meredam jantungku yang tiba-tiba saja berdetak diluar kendali. Sial! Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku gugup hanya karena melihat dia tersenyum seperti itu. Ani, aniyeo!! Jantungku seperti ini pasti efek karena aku baru saja berlari.. Benar, ini karena aku baru saja berlari, sama sekali tidak ada hubungannya dengan senyuman namja menyebalkan itu..

 

“Aku tidak akan mengucapkan kata maaf lagi padamu, tidak akan!”

 

“Jinjja? Baiklah, aku tidak keberatan!”

 

 

~~~~~~~

 

 

“Kau kenapa?gwenchana?” Tanyanya sembari membukakan pintu mobil. Aku kembali meringis, memegangi pergelangan kakiku sebelum keluar dari dalam mobil.

 

“Gwenchana.. Kakiku memang sering seperti ini setelah berlari, sedikit bengkak..”

 

“Ck! Dasar manja!”

 

“Yaa! Ini bukan manja, kakiku memang cidera sewaktu aku liburan ke inggris..”

 

Dia mengangguk, kemudian menahanku agar kembali duduk dibangku mobil.. “Kalau begitu kau tunggu disini saja, biar aku yang masuk dan menemui Park Jung Soo..”

 

“Aniyeo, aku baik-baik saja. Aku masih bisa berjalan dengan baik. Akan kupastikan sendiri apakah dia Park Jung Sooku atau bukan..” Jawabku.

Aku tersenyum, mengambil tas tanganku kemudian melangkah sedikit tertatih-tatih memasuki pelataran sebuah rumah mewah. Aku berhenti didepan pintu, memencet bel lalu pikiranku pun melayang, membayangkan kemungkinan bahwa Park Jung Soo akan muncul dibalik pintu, membukakan pintu untukku dengan senyumnya.

Entahlah, ini sudah orang keberapa yang kutemui, dan jika namja ini bukanlah Park Jung Soo yang kucari, apakah salah jika aku merasa bosan?jenuh? Apakah aku masih tetap bisa mengharapkan sebuah Happy Einding? Ataukah mungkin aku harus menyerah dan menghentikan pencarian konyol ini?

 

Refleks aku menoleh, membungkukkan badan ketika pintu terbuka dan seorang namja tampan muncul dibalik pintu.

 

 

~~~~~~~

 

 

Yesung POV

 

Aku berdiri bersandar pada mobil, mengetuk-ketukkan jariku sembari menggumamkan sebuah lagu. Aku bangkit, mendekati sosoknya yang berjalan mendekat kearahku dengan ekspresi yang sama sekali tidak bisa kutebak. Semula aku berniat menanyakan apakah kali ini adalah namja yang benar, tapi setelah melihat ekpresinya seperti itu aku sudah tau jawabannya. Namja itu pasti bukanlah Park Jung Soonya.

 

Aku baru saja akan beranjak membukakan pintu mobil untukknya saat dia tiba-tiba berjalan menyeberang jalan raya.

Dengan segera aku melangkah cepat menyusulnya..

“Yaa! Kau mau kemana huh? Kita temui satu orang lagi, setelah itu kita pulang” kataku menahan langkahnya.

 

“Shireo, sudah malam. Cukup untuk hari ini.. Kita lanjutkan besok!” Jawabnya ketus tanpa sedikitpun menoleh kearahku..

 

“Yaa! Sebenarnya kau mau kemana huh? Naik mobil saja, aku antar!”

 

“Aniyeo! Tidak perlu” tolaknya.. “Kau pulanglah! Aku bisa pulang sendiri” ujarnya lagi lalu mempercepat langkahnya sebelum kemudian memasuki sebuah kedai minuman.. Aish, apa sebenarnya yang terjadi? Apakah dia begitu sedih karena seharian ini belum menemukan namja yang tepat? Atau namja yang baru saja dia temui memperlakukannya dengan tidak baik? Atau apa eh…??

 

Aku mengikutinya memasuki kedai itu dan kudapati sosoknya yang sudah duduk, menatap kosong kearah gelas yang berisi minuman keras ditangannya..

 

“Yunha~ya! Apa yang kau lakukan sekarang huh? Minum?Hentikan, kita pulang sekarang!” Tegurku seraya merebut gelas itu dari tangannya. Dia mendengus, membuang nafas keras.

“Yaa! Aku hanya ingin minum sebentar saja! Kau pulanglah duluan, aku bisa pulang sendiri” sahutnya kemudian seorang pelayan pun menghampiri kami membawakan 2 botol minuman keras lain yang dia pesan..

 

“Sebenarnya kau kenapa? Apa namja tadi bukan…”

 

“Ne, dia memang bukan Park Jung Soo. Sudahlah, aku baik-baik saja. Aku hanya berharap Park Jung Soo masih hidup, jadi kita masih bisa mencarinya besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau kapanpun itu, dan sekarang ayo kita minum!”

 

“Yaa! Bagaimana kalau kau mabuk huh? Ayolah yunha~ya, kita pulang!”

 

“Aish..kenapa kau cerewet sekali huh? Aku hanya ingin minum sekali saja, bukankah orang mabuk akan bisa melupakan semua masalahnya eh? Melupakan Park Jung Soo sepertinya akan menyenangkan!” Ocehnya lalu menuang minuman kedalam gelas dan meminumnya sebelum sempat aku merebut minuman yang ada ditangannya untuk kedua kali.

 

Sudahlah! Aku menyerah. Sepertinya kali ini aku memang tidak bisa menahannya agar tidak minum.

 

“Bodoh! Aku benar-benar bodoh! Kenapa hanya aku yang tidak bisa melupakannya? Aku bahkan ragu apakah dia masih mengingatku. Dan sekarang aku mencarinya, kenapa dia tidak mencariku?huh?” Racaunya.

 

“Kita pasti berhasil menemukan Park Jung Soomu..”Jawabku sembari menatapnya. Dia kembali meneguk minumannya untuk kesekian kali, kemudian menoleh balas menatapku. Wajahnya kini sudah memerah, pandangannya sayu. Sudah pasti dia mabuk!

 

“Jadi kau benar-benar berharap akan menemukannya?”

 

“Jadi kau tidak? Kajja, kita pulang…” Jawabku singkat, menarik tangannya agar beranjak.

 

“Shireo” ujarnya, mengibaskan tanganku pelan..”Aku akan pulang setelah menghabiskan minumanku” ujarnya lalu meraih sebotol soju yang tersisa.

 

Kuhembuskan nafas pelan, dengan cepat kurebut botol itu dari tangannya dan meneguk isi didalamnya hingga habis. Dia sudah mabuk, jika kubiarkan pasti dia akan mabuk berat, sedangkan aku tidak akan mabuk hanya dengan sebotol soju yang kuminum…

 

“Yaa!!” Teriaknya..

 

Aku tersenyum, “minumannya sudah habis, kajja!” Kutarik kembali tangannya, dan dia menurut. Beranjak pelan dari duduknya.

 

Baru saja aku akan memapahnya, membantunya untuk berjalan saat tiba-tiba dia memelukku. Membuat nafasku tercekat kaget. Sedetik kemudian bisa kurasakan bahunya bergetar, dia menangis?

 

“Aku benci Park Jung Soo” isaknya pelan semakin mengeratkan pelukannya.

 

Lama aku terdiam dalam posisi yang sama, membiarkan yeoja ini menangis dipelukanku. Entahlah! Aku merasa tidak tega melihat dia seperti ini, tidak tega untuk membiarkan dia menangis sendirian. Biarlah seperti ini, setidaknya dia menangis dalam pelukanku. Itu sedikit lebih baik kurasa.

 

“Permisi tuan, kedai kami sebentar lagi akan tutup” ujar seorang pelayan menghampiriku. Aku hanya mengangguk, tersenyum meminta maaf.

Kulirik arlojiku sekilas, sudah tengah malam ternyata. Dengan hati-hati kulonggarkan sedikit pelukannya, dan dia sama sekali tidak bergeming. Ck!! Dia mabuk, tidak sadarkan diri.

 

Kuperhatikan wajahnya sejenak, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menggendong tubuhnya menuju mobilku. Tak kusangka, tubuhnya sama sekali tidak berat.

Aku menghempaskan tubuhnya dengan hati-hati dibangku mobil, dan entah kenapa  lagi-lagi aku memperhatikan wajahnya, menatapnya intens. Berbagai pertanyaan tiba-tiba terbesit dalam benakku.

Yeoja secantik dia kenapa harus terpaku pada cinta pertamanya? Apa tidak ada satu namjapun yang membuatnya tertarik? Aku yakin pasti banyak namja yang menyukainya. Lalu alasan apa sebenarnya yang membuatnya bertahan sampai detik ini? Bertahan untuk tetap mencintai namja yang bahkan tidak pernah sekalipun menemuinya..

 

Aish..kalau dipikir-pikir lebih baik kalau dia menjadi kekasihku, menjadi yeojaku. Dan bisa kupastikan bahwa aku tidak akan meninggalkannya sendirian, tidak akan membiarkan mata indahnya mengeluarkan air mata setetes pun. Ah, apa yang kupikirkan?

Bagaimana bisa aku berfikir untuk menjadikannya yeojaku jika aku bahkan sama sekali tidak mencintainya?

Cinta? Tidak! Kurasa tidak! Aku baru saja mengenalnya sekitar seminggu yang lalu. Dan lagi pula semua ini hanyalah sebatas hubungan kerja. Ya, dia adalah klienku dan aku membantunya menemukan cinta pertamanya. Hanya itu! Tidak lebih!

Aish..tapi sepertinya itu terdengar begitu munafik.. Aku benar-benar munafik jika kubilang aku tidak tertarik padanya. Dia yeoja yang menarik. Sangat menarik! Dia tidak pernah berpura-pura bersikap manis didepan namja manapun. Dan juga didepanku.

 

Tak teras aku tersenyum dan entah apa yang terjadi padaku, tiba-tiba aku mencium bibirnya bigitu saja tanpa permisi. Biarlah! Yang ada difikiranku sekarang hanyalah aku ingin menciumnya, dan aku tidak perlu khawatir karena dia pasti tidak akan menyadari apa yang kulakukan. Hanya menciumnya sebentar saja, tidak masalah bukan?

Eh, sebentar?

Kurasa tidak, rasanya begitu tidak rela melepaskan bibir manisnya.

Sial! Apa yang terjadi denganku?

Kenapa aku tiba-tiba menjadi namja brengsek yang mencium yeoja sembarangan? Sial! Apa semua ini pengaruh alkohol yang baru saja kuminum? Tidak! Aku bahkan masih merasa sadar 100%.

Dengan cepat aku melepaskan ciumanku, menggelengkan kepala berusaha mengendalikan diri dengan baik..

“Aghh…sial” desisku, mengacak rambutku frustasi lalu dengan segera kukemudikan mobilku untuk mengantarnya pulang.

 

 

~~~~~~~

 

 

Yunha POV

 

Aku menenggelamkan kepalaku dibalik selimut, memejamkan mata kuat-kuat agar segera terlelap. Tapi percuma, sekarang aku sama sekali tidak mengantuk! Dan kenapa tiba-tiba pengaruh alkohol yang kuminum pun hilang.

Aku bangung dari tidurku, memandang sekeliling dengan tatapan setengah sadar. Yesung baru saja mengantarku kerumah hyeri, dan kenapa rasanya separuh otakku masih tertinggal didalam mobilnya.

Apa aku sudah gila eh? Sebenarnya aku sadar! Aku tidak sepenuhnya mabuk! Aku sadar, benar-benar sadar saat aku membiarkan namja itu mencium bibirku tanpa permisi. Apa aku benar-benar sudah gila eh? Kenapa aku sama sekali tidak menolak ataupun mendorong tubuhnya, memakinya, menamparnya karena sudah menciumku? Oh God! Aku bahkan menikmatinya dan merasa kecewa ketika tiba-tiba dia melepaskan ciumannya.

“Apa yang terjadi padaku?” Tanyaku pada diri sendiri sambil memegangi pipiku dengan sebelah tangan.

Sampai sekarang, kenapa jantungku masih saja berdebar kencang? Aku sudah berusaha menenangkan diri, tapi kenapa jantungku sama sekali tidak bisa bekerja dengan normal? Sejak tadi, aku berjuang dengan susah payang agar dia tidak menyadari kegugupan yang melandaku. Ini gila!! Aku bahkan masih bisa merasakannya hingga kini, merasakan saat bibirnya melumat bibirku dengan gerakan yang sangat manis.

 

“Mwo! Kau sudah sadar?” Tanya hyeri yang tiba-tiba muncul dibalik pintu kamar.. “Aish, kau ini benar-benar merepotkan! Lain kali jangan mabuk seperti itu lagi, untung yesung oppa mau mengantarmu sampai kesini. Kalau tidak, apa kau kira kau bisa pulang sendiri dalam keadaan mabuk?” Ocehnya kemudian berbaring disampingku lalu melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.

 

“Yesung?” Pekikku spontan..

 

“Ne,Dia yang  mengantarmu kesini karena tidak tahu dimana alamatmu!” Tambahnya sebelum akhirnya tidak terdengar lagi kata keluar dari mulutnya.

Aku kembali menyentuh pipiku dengan sebelah tangan, Mendengar nama yesung disebut membuat wajahku tiba-tiba memanas. Aggghhh…lupakan yunha~ya!

 

 

~~~~~~~~

 

 

Yesung POV

 

“Ne, dia tidak apa-apa! Kenapa kau tidak menelfonnya langsung saja? Oya, bagaimana pencarian kalian? Apa Park Jung Soo sudah ketemu?” Ujar hyeri diseberang sana..

 

“Ehm..belum, tapi tenang saja…”

 

“Sekarang  bisa kita ketemu? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan..”

 

“Bicarakan? Apa?”

 

“Nanti saja kuberi tahu. Kita ketemu dikampus. Annyeong!”

 

Tuuut tuuut

 

Aku melepaskan earphone dari telinga dan kembali memusatkan perhatian pada jalanan didepanku.

“Apa yang ingin hyeri bicarakan?” Gumamku. Tak lama kemudian mobilku sudah memasuki kawasan kampus. Kuhentikan mobilku ditepi jalan ketika mataku menangkap sosok yeoja dari kaca jendela mobilku. Dengan segera aku keluar dari mobil dan menghampirinya.

 

“Annyeong, hyeri~ya!” Sapaku dan dia tersenyum membungkukkan badan..

 

“Ada apa?”

 

“Ehm..tunggu! Kita bicara dimobilmu saja!” Sahutnya tergesa-gesa,

Dia menoleh ke sembarang arah sebelum akhirnya memasuki mobilku, seperti takut kalau saja ada yang melihat.

 

“Sebenarnya ada apa?” Tanyaku penasaran..

 

“Ini” jawabnya singkat, menyodorkan sebuah buku padaku, “aku sama sekali tidak tahu apa isinya, tapi yang ku tahu yunha selalu melihat ini. Dan kalau tidak salah, dia menulis semua hal tentang Park Jung Soo disini ketika dia liburan ke Inggris. Siapa tahu kau bisa menemukan petunjuk dari buku ini, petunjuk untuk menemukan Park Jung Soo”

 

“Dari mana kau mendapatkannya?”

 

“Aish.. Itu tidak penting! Yang terpenting sekarang bantu sahabatku menemukan cinta pertamanya. Aku benar-benar tidak tega jika melihat dia terus-terusan seperti ini, bahkan dia selalu menolak namja yang mendekatinya. Aish..apa dia pikir dia akan jomblo selamanya.”

 

“Oh….”

 

“Dan ingat! Ini rahasia kita. Jangan sampai dia tahu buku itu ada ditanganmu, apa lagi dia sampai tahu bahwa aku yang mencurinya. Arraseo!”

 

 

~~~~~~~~

 

 

Aku masih saja diam didalam mobil, memandang buku diary berwarna merah ditanganku dengan dahi berkerut. Hyeri sudah pergi beberapa menit yang lalu, dan sekarang hanya tinggal aku dan buku ini.

 

Perlahan kubuka buku itu. Lembar pertama terdapat foto yunha yang sedang tersenyum memandang kamera didepan sebuah gereja kuno, dia memakai rok diatas lutut, ada kamera yang tergantung dileherya serta sebuah topi lucu bertengger manis dikepalanya, disamping foto itu terdapat sederet tulisan ,Westminster Abbey’ yang mungkin adalah nama tempat yang ia kunjungi.

Aku tersenyum kecil, wajahnya difoto ini benar-benar manis dan dia masih terlihat begitu polos. Aish, sebaiknya aku menelfonya.

Aku menutup buku itu, memasukkannya kedalam tas ransel lalu meraih ponselku. Baru saja aku akan membuka flap ponsel, tiba-tiba mataku menangkap sosok yunha yang keluar dari taxi lalu berjalan memasuki gerbang kampus. Dengan segera kujalankan mesin mobil menuju area parkir kemudian berlari menyusulnya.

 

“Yunha~ya!” Panggilku.. Dia menoleh, tapi kemudian memelotokan mata kaget ketika melihatku menghampirinya..

“Kenapa sekaget itu? Aku bukan hantu!”

 

“Eh? Kaget? Aniyo, aku..aku hanya..hanya tidak menyangka kau ada disini”

 

“Aish..aku juga kuliah disini, babo!”

 

 

~~~~~~~~

 

 

Yunha POV

 

“Aish..aku juga kuliah disini, babo!” Cibirnya.

Aku hanya menanggapi ucapannya dengan senyum kecil. Tidak tahu lagi harus bicara apa. Sebenarnya akupun tahu kalau dia kuliah disini, maksudku sebenarnya kenapa tiba-tiba dia muncul dihadapanku? Dan kenapa aku jadi gugup seperti ini saat melihatnya menghampiriku. Sial! Seharusnya aku tidak gugup, dan seharusnya aku marah padanya karena sudah menciumku tanpa ijin semalam. Aish..kenapa aku masih saja mengingat ciuman itu? Babo!!

 

“Kau suka membaca novel?” Tanyanya memecah keheningan setelah kami terdiam cukup lama..

 

Aku menunduk, memandang novel yang ada ditanganku.. “Oh, hanya untuk mengisi waktu luang” jawabku asal..

 

Dia berdecak, “aku jadi teringat donghae, dia benar-benar penggemar novel-novel seperti itu. Dan kalau tidak salah, aku pernah melihat dia membaca novel yang kau pegang itu lalu berakhir dengan berlinang air mata.. Akhir cerita yang menyedihkan katanya”

 

“Menyedihkan? Benarkah?”

 

“Kau tidak tahu?”

 

“Oh..aku sengaja tidak pernah membaca novel sampai akhir”

 

“Mwo?” Pekiknya kaget..

 

“Aku selalu merasa takut jika ceritanya berakhir tidak seperti yang kuharapkan. Oya, sebenarnya ada tujuan apa kau menemuiku?”

 

Dia seolah tersadar, kemudian mengeluarkan map biru seperti biasa.. “Sekarang kau tidak sibuk kan? Kita lanjutkan pencarian”

 

“Siapa bilang aku tidak sibuk..”Sahutku kemudian meraih map itu dan melihat isi didalamnya.. “Ah, busan? Butuh waktu sehari semalam untuk sampai kesana.. Itupun belum termasuk waktu untuk mencari alamatnya lalu kembali pulang. Total kira-kira 3-4 hari. Aish..aku tidak bisa!”

 

“Aku sudah mengaturnya. Kita hanya butuh waktu 3 hari. Dan aku sudah mengatur semuanya agar tidak mengganggu jadwal kuliahmu dan juga kuliahku..” Ujarnya. Aku menoleh cepat,

 

“Kalau kubilang tidak bisa ya tidak bisa!”

 

“Aku tidak memberimu pilihan.. Jadi kita akan tetap pergi”

 

“Kau ini benar-benar menjengkelkan!!” Ujarku kesal kemudian berjalan meninggalkannya menuju kantin. Seperti biasa, aku pasti tidak akan pernah bisa menolak rencana-rencana yang telah dirancangnya. Apapun alasan yang keluar dari mulutku, dia pasti bisa menyangkalnya. Ya, aku tahu mungkin memang alasanku terkesan dibuat-buat. Tapi sudahlah! Setelah dipikir-pikir melakukan perjalanan dengan nya terasa sedikit menyenangkan. Setidaknya aku merasa terhibur jika sedang bersamanya.

 

Aku memasuki kantin yang kebetulan tidak terlalu ramai siang ini. Langkahku terhenti disebuah rak panjang yang berisi berbagai snack, coklat serta kue-kue kering.

 

“Kau tidak makan?”

Aku tersentak kaget, menoleh menuju sumber suara.

“Kenapa kau kesini?” Kataku balik bertanya..

 

“Memangnya kantin ini milikmu? Siapapun boleh kesini..”

 

 

~~~~~~~

 

 

Yesung POV

 

“Memangnya kantin ini milikmu? Siapapun boleh kesini..”Jawabku.

 

Dia menggerutu kesal kemudian meraih satu bungkus kue kering lalu memesan minuman dan mengambil duduk dipojok kantin didekat jendela besar.

Setelah memesan makanan dan minuman, akupun duduk di kursi kosong didepannya. Dia memandangku sekilas kemudian melanjutkan aktifitasnya memakan kue.

“Kenapa mengikutiku?” Tanyanya..

 

“Aku tidak mengikutimu”

 

“Kalau tidak mengikutiku kenapa duduk didepanku?”

 

“Aku hanya ingin duduk disini”

 

“Aish…banyak kursi kosong yang lain! Kau bisa pindah”

 

“Shireo, kau saja yang pindah!”

Dia berdecak, melempar bungkusan kue dimeja kemudian meraih dan memainkan ponselnya.. “Terserah kau sajalah!”

 

“Yunha,Kuenya masih tersisa satu! Kenapa tidak dihabiskan? Kau ini! Tidak menghargai makanan!!”

 

“Aku tidak pernah memakan kepingan kue yang terakhir. Itu sudah kebiasaanku! Jangan protes” jawabnya acuh dengan tetap menatap layar ponselnya.

 

“Waeyo?” Tanyaku penasaran..

 

Dia memandangku sekilas dengan senyum kecil, kemudian pandangannya menerawang menatap jendela kaca disamping kanannya.. “Tidak ada alasan khusus. Hanya sebuah pemikiran sederhana. Seperti saat aku membaca novel ataupun menonton film, aku tidak suka ending..”

 

Aku tertegun sejenak, sedikit bingung dengan kata-kata yang dia ucapkan. Benar-benar yeoja yang aneh, sekaligus menarik. Dia masih saja memandang keluar jendela, saat tanpa sadar aku juga terus saja menatapnya.

 

“Kenapa kau tidak suka ending?”

 

Dia mengangkat bahu,”hanya tidak suka.. Itu saja!”

 

Aku masih tercengang, menunggu ucapannya yang berikutnya ketika seseorang menghampiri meja kami.. “Waaah, yunha~ya! Aku mencarimu kemana-mana. Ternyata kau ada disini! Ehm..tapi sepertinya aku mengganggu..”

 

“Aniyo! Mengganggu apa maksudmu?” Jawab yunha cepat..

 

“Aish..jangan mengelak lagi. Seisi kampus pun juga sudah tahu kalau kau punya pacar sekarang! Dan kau tahu, sebenarnya kau membuat namja-namja dikampus ini patah hati. Sudah banyak namja yang menjadi korban penolakanmu, tapi tiba-tiba sekarang kau sudah berpacaran dengan… “

 

“Yaa! Gosip macam apa itu.. Kami tidak ada hubungan apapun” potong yunha cepat..

 

“Ah, sudahlah! Jangan menyembunyikan apapun dariku.. Aku pergi, tidak akan mengganggu kalian berdua.. Annyeong!”

 

“Yaa!! Yaa!!” Teriak yunha berusaha menahan yeoja itu..

Aku hanya bisa diam, memakan makanan didepanku. Ternyata ada gosip seperti itu? Bagaimana bisa?

 

“Ini semua gara-gara kau!”

 

Aku menghentikan makanku kemudian beralih menatapnya, “aku? Kenapa aku??”

 

“Kau selalu mengikutiku, mengekoriku! Makanya muncul gosip seperti itu.. Aish, reputasiku hancur! Ottokhae?”

 

“Yaa! Reputasi? Reputasikulah yang hancur digosipkan berpacaran dengan yeoja tidak patuh aturan sepertimu, ditambah lagi kau ini suka berteriak dan merepotkan” jawabku tak mau kalah..

 

Dia menggebrak meja lalu berdiri, begitu pula denganku.. “Merepotkan? Aku sama sekali tidak pernah merepotkanmu.. Kaulah yang membuatku repot, kau selalu mengikutiku. Apa kau tidak punya pekerjaan lain ha?”

 

“Apa kau lupa? Kau mabuk dan aku harus menggendongmu kembali kerumah.. Itu namanya membuatku repot. Apa kau pikir tubuhmu itu ringan ha?”

 

“Mwo! Aku tidak menyuruhmu menggendongku.. Jadi itu salahmu sendiri, aku kan sudah bilang aku bisa pulang sendiri”

 

“Aish..tapi kau memelukku lalu menangis, apa kau pikir aku tega membiarkanmu sendirian”

 

“Mwo? Memelukmu? Cih.. Aku tidak pernah merasa memelukmu,Kaulah yang menciumku”

 

 

~~~~~~~~

 

 

Yunha POV

 

“Aish..tapi kau memelukku lalu menangis, apa kau pikir aku tega membiarkanmu sendirian” ujarnya dengan nada tinggi..

 

“Mwo? Memelukmu? Cih.. Aku tidak pernah merasa memelukmu,Kaulah yang menciumku”

 

DEG

 

Aku menutup mulutku dengan kedua tangan, menyadari apa yang baru saja keluar dari mulutku. Babo! Apa yang baru saja kukatakan? Aku sudah berpura-pura tidak sadar waktu itu, bahkan dia sampai mengantarku ke rumah hyeri dan menggendongku. Bukankah akan sangat memalukan kalau dia tahu aku sebenarnya sadar dan diam saja ketika dia menciumku.. Oh God!

 

Kami saling bertatapan dalam kecanggungan ketika aku sadar bahwa banyak orang yang memperhatikan kami. Aku menelan ludah dengan susah payah, kemudian tanpa pikir panjang lagi, aku segera meraih tasku dan beranjak meninggalkan kantin. Tepat pada saat aku melangkah keluar, yesung mengekor dibelakangku kemudian menarik tanganku agar mengikutinya menuju koridor yang sepi.

 

“Jadi kau sadar?” Tanyanya tanpa basa-basi..

 

“Aa…aku…” Nafasku tercekat, gugup..

 

“Mianhae”

“Mianhae, aku.. Kau sendiri tahu bukan, aku juga ikut minum waktu itu. Dan aku pikir, aku tidak sadar dan aku benar-benar tidak tahu kenapa aku menciummu… ” Dia menunduk, dari nada suaranya jelas sekali bahwa dia sangat merasa bersalah..

 

“Hmm..jangan ungkit masalah itu lagi” kataku akhirnya.. Dia mengangguk, tapi kemudian kembali menatapku penuh tanya.

 

“kau tidak marah?”

 

“Sudahlah! Kau bilang kau tidak tahu kenapa tiba-tiba menciumku, begitu pula denganku. Aku juga tidak tahu kenapa aku tidak marah padamu. Mungkin memang kita sama-sama terpengaruh dengan alkohol waktu itu. Jadi anggap saja semua itu tidak pernah terjadi..”

 

Dia mengangguk, “Ne.. Kau benar!”

 

Suasana hening sejenak, kami sama-sama terhanyut dalam ombak pemikiran masing-masing.

 

“Nanti malam kita brangkat ke busan! Jangan sampai lupa.. Dan kau tenang saja, kita tidak hanya pergi berdua. Donghae dan hyeri  akan ikut”

“oh..baguslah!”

 

 

 

~~~~~TBC~~~~~

 

 

 

 

NB:

annyeonghaseyo…

peLuk readers satu”… kaLi ini bener” banyak yang pengen omongin.. pertama-tama, aku minta maaf banget karena moLor postingnya dan makasih yang masih setia menanti ff ku :’)

toLong makLum ya, soaLnya aku benar ga ada waktu banyak untuk meLanjutkan story yg ak buat.. jeongmaL mianhae membuat kaLian menunggu Lama.. 

dan ak ga tahu gmana ff ini, apakah feeLnya dapet atau enggak,, ak cma sekedar nuLis aja.. dan saat nuLis rasanya pas Lagi ga ada feeL gtu.. maka dari itu, komen kaLian tetep aku tunggu…

jangan bosen buat komen ya? hehe..

Thanks a Lot, Love you aLL :*

GirL’s Generation Characters

Kalian yang baru mengenal SNSD mungkin kesulitan membedakan 9 member yang ada dalam SNSD. Saya pribadi awal mengenal SNSD hanya bisa membedakan YoonA diantara 8 member lainnya. Sunny di salah satu foto terlihat mirip dengan Taeyeon. Yuri juga terkadang bahkan terlihat mirip dengan YoonA dan Seohyun. Sekarang saya akan membahas cara membedakan 9 member SNSD tersebut, bukan hanya cara membedakannya tapi saya akan membahas kelebihan mereka satu persatu.

1. Taeyeon (Kid Leader)

Nama panjangnya Kim Taeyeon. Dialah leader SNSD. Kemampuan menyanyinya tak perlu diragukan. Ia memiliki suara yang tinggi. Ia salah satu anggota yang memiliki bagian menyanyi paling banyak diantara member yang lain. Taeyeon adalah member yang paling tua. Taeyeon, Jessica, Tiffany, Hyoyeon dan Yuri lahir di tahun yang sama yaitu 1989 hanya saja Taeyeon yang paling tua karena lahir paling awal yaitu bulang Maret (hahahaha tua bulan doang kooo). Karena kemampuan menyanyinya Taeyeon laris mengisi berbagai soundtrack drama Korea. Drama Hong Gil Dong dan drama The King Two Hearts adalah dua diantara drama yang meminta Taeyeon untuk mengisi soundtracknya. Taeyeon juga sekarang bergabung dalam sub unit SNSD yang bernama TaeTiSeo bersama Tiffany dan Seohyun.

Cara membedakan : Taeyeon memiliki badan yang tidak tinggi. Ia memiliki bibir yang sangat indah (menurut saya). Biasanya sulit membedakan Taeyeon dan Sunny karena tinggi badan mereka hampir setara namun lihatlah bibir mereka. Sunny memiliki bibir yang tebal sementara Taeyeon lebih tipis dan berbeda. Mata Taeyeon kecil tapi bulat berbeda dengan Sunny yang kecil namun sedikit sayu terutama saat Sunny tidak menggunakan make up.

2. Jessica (Ice Princess)

Si Barbie yang satu ini memiliki saudara perempuan yang mempunyai wajah yang mirip YoonA, Krystal. Jessica Jung memiliki suara yang menurut saya sangat manis dan seperti malaikat. Jessica lahir dan menghabiskan masa kecilnya di San Francisco sehingga bahasa Inggrisnya sangat lancar, tak heran ia dan rekannya Tiffany yang menjadi pembicara ketika SNSD berada di Amerika. Jessica baru memulai debut aktingnya bersama actor terkenal Lee Dong Wook dalam drama berjudul Wild Romance. Jessica juga mendapatkan bagian yang cukup banyak dalam setiap lagu SNSD.

Cara membedakan : sebenarnya cukup mudah. Bentuk dagu Jessica paling berbeda dengan member lainnya. Senyumnyapun sangat khas.

3. Tiffany (Smile Killer)

Yeey! Bias saya satu ini cantik sekali ^^ . Tiffany memiliki suara yang tinggi dan bulat. Entah kenapa saya lebih menyukai suara Tiffany dibanding Taeyeon (mianhae Taeyeon unnie :)). Tiffany dikenal memiliki hati yang sangat baik. Dia adalah member yang sangat perhatian. Saya pernah membaca suatu berita, entah benar atau tidak, di sana diceritakan Tiffany sebelum debut pernah menemukan seorang pengemis yang pingsan, ia menelpon rumah sakit dan memegang tangan pengemis itu agar tangan pengemis itu hangat, ia bahkan menunggu hingga ambulance datang (tiffany unnie baik sekali yaaa :)). Tiffany juga beberapa kali mengisi soundtrack drama, salah satunya yaitu drama yang dibintangi YoonA yang berjudul Love Rain. Tiffany juga pernah terlibat dalam drama musical yang berjudul Fame.

Cara membedakan : saat tersenyum mata Tiffany terlihat sangat eksprisif itu lah yang menyebabkan tiffany dijuluki smile killer. Senyumnya sangat indah dan khas. Dimata saya wajah tiffany terlihat lebih dewasa dibanding member lain.

4. Sunny (Aegyo Queen)

Sunny sangat cute kan? Hehehe. Sunny merupakan keponakan dari mr. Lee Soo Man CEO SM Ent. Sunny merupakan aegyo queen dalam SNSD, dia sangat cute ketika melakukan aegyo . Sunny sudah melakukan debut sebelum bersama SNSD namun tidak berhasil di pasaran. Sunny sering menjadi host dibeberapa acara dan juga mengisi soundtrack drama yang dibintangi Siwon Choi yang berjudul Oh! My Lady.

Cara membedakan : lihat lah bibirnya, ia memiliki bibir yang tebal dan seksi. Bibir seksi milik Sunny tidak dimiliki oleh member lainnya hehehehe.

5. Hyoyeon (Dancing Queen)

Ia bisa menghapal gerakan dance hanya dengan sekali lihat. Saat ini diposting Hyoyeon sedang terlibat dalam lomba dance bernama Dancing with The Stars. Hyoyeon sering mendapatkan porsi dance individu dalam lagu SNSD. Seperti di lagu mr. Taxi, Into The New World, Tell me your wish dan lain-lain. Itu dikarenakan Hyoyeon adalah main dancer SNSD.

Cara membedakannya : Hyoyeon memiliki bentuk alis seperti tokoh kartun antagonis yaitu seperti garis yang miring, tapi tenang Hyoyeon tidak berprilaku antagonis di kehidupan nyata hahaha . Hyoyeon juga memiliki bentuk bibir yang juga khas.

6. Yuri (Black Pearl)

Yuri memiliki kulit yang cenderung lebih cokelat dari pada anggota SNSD yang lain sehingga dia dijuluki Black Pearl. Yuri adalah member SNSD yang memiliki bentuk tubuh paling seksi. Ia dan YoonA terkenal memiliki bentuk tubuh S-Line. Yuri sama seperti Jessica, ia juga baru memulai debutnya dalam akting, dramanya berjudul Fashion King. Entah kenapa saya melihat ekspresi Yuri saat menari sangat berbeda. Ekspresinya menunjukkan ia sangat enjoy saat menari dan ekspresi itu tidak dimiliki oleh member lainnya. Itulah yang membuat ia terlihat seksi saat menari.

Cara membedakan : jika dilihat seksama dagu Yuri sedikit terbelah dan hidungnya terlihat sangat bagus (menurut saya). Ia terkadang terlihat mirip dengan YoonA. Cara membedakan mereka? YoonA lebih kurus dibanding Yuri. YoonA lebih tinggi dibanding Yuri. Dan YoonA memiliki warna kulit putih susu sedangkan Yuri memiliki kulit putih sedikit kecokelatan. Hidung YoonA dan Yuri juga berbeda. Dan bibir Yuri lebih mungil.

7. Sooyoung (The Shikshin)

Shikshin itu artinya dewi makan jadi maksudnya Sooyoung adalah member yang paling suka makan. Tapi anehnya tubuh sooyoung tidak pernah gemuk. Sooyoung juga sedang memulai debut dramanya. Saat ini diposting drama Sooyoung sepertinya masih dalam proses. Drama tersebut berjudul 3rd Hospital. Sooyoung memiliki sense of fashion yang sangat baik, sehingga sooyoung masuk kategori 20’s style dalam Mnet 20 choice award. Tahun 2002 Sooyoung sudah debut di Jepang dalam duo Route o. Bahasa Jepang Sooyoung sangat baik. Ia, YoonA dan Seohyun sering menjadi pembicara saat sedang tampil di Jepang.

Cara membedakan : sangat mudah! Sooyoung memiliki tubuh yang paling tinggi dibanding member yang lainnya. Sooyoung memiliki bibir yang panjang. Menurut saya sooyoung seperti orang Indonesia tapi dengan versi yang sangat cantik . Tulang pipinya juga cukup menonjol.

8. YoonA (Prettier Than Flowers)

Center SNSD ini memiliki jumlah drama dan iklan terbanyak sejauh ini. Banyak yang mengatakan YoonA hanya mendapatkan sedikit bagian dalam lagu SNSD. Hey kalau kalian SONE pasti kalian tau sebabnya. YoonA adalah Lead Dancer dan Supporting Singer, ia bukan main singer.

Cara membedakannya : mata YoonA sangat indah (dari yang saya perhatikan, mata YoonA terlihat paling berbinar dan cantik). Ia memiliki bentuk wajah oval panjang dan pipinya tidak chubby seperti Seohyun. Jika dilihat baik-baik YoonA memiliki satu lesung pipit kecil di pipi kirinya.

9. Seohyun (The Maknae)

Ia tidak pernah memakan junk food!! Setiap member lain memakan junk food ia akan berkata “unnie kau akan mati jika kau tetap memakannya (junk food)” hahaha. Seohyun adalah anak yang pintar di sekolah. Ia menyempatkan diri untuk bangun jam 7 pagi dan membaca buku setiap harinya. Seohyun adalah artis pertama yang memenangkan hadiah utama dalah kuis bernama 100 Million Quiz Show. Seohyun jarang berbicara. Ia juga member yang sangat sabar. Seohyun mengisi soundtrack dalam drama yang dibintangi Yuri yang berjudul Fashion King.

Cara membedakan : banyak yang mengatakan Seohyun terkadang mirip Yuri dan Yoona. Tapi lihatlah bibir mereka, bibir Seohyun mungil dan dia sangat jarang tersenyum lebar saat difoto. Pipi Seohyun sedikit chubby sedangkan YoonA tidak chubby sama sekali. bentuk hidung Yuri, YoonA dan Seohyun juga berbeda.

Oke! Intinya kalian bisa melihat perbedaan setiap member berdasarkan bentuk bibir mereka atau cara mereka tersenyum. Semoga membantu ya.. hehehe. Mohon maaf jika terjadi kesalahan dalam penulisan. Bye! ^^

MengenaL BoyBand Korea

Histeria K-pop kini mulai ditemukan di mana-mana dan mendatangkan banyak “peniruan”. Plot cerita drama mereka, misalnya, kini bisa ditemukan pula versi lokalnya lewat sinetron. Boyband dan girlband dari sana juga hadir dalam versi lokal: Sm*sh dan 7 Icon. 

Ketika Wonder Girls melejit dengan lagu “Nobody”, para cewek ABG pun ikut meniru gaya mereka. Saya sempat terkejut- kejut melihat cewek ABG di mal bergaya Yenny Park dan kawan-kawan. Pada sebuah malam minggu, mereka memakai rok mini super ketat dan super mini, lengkap dengan sepatu hak yang super tinggi.

Inilah bukti bahwa budaya Asia yang kadang culun ini punya daya pikat tinggi dan tak terelakkan.

Nah, buat yang awam dengan trend K-pop, berikut kiat-kiat untuk bisa cepat mengenal para bintang K-pop, penggemarnya dan histerianya.

SATU GRUP TIGA NAMA

 Cuma di dunia K-pop satu grup bisa punya tiga nama. Contohnya, Dong Bang Shin Ki, yang kabarnya memiliki penggemar terbesar di Korea. Ketika baru muncul, mereka dikenal dengan nama tersebut (singkatan: DBSK). Tetapi ketika mulai merambah ke luar Korea, nama mereka pun berubah menjadi TVXQ/THSK (Tong Vang Xien Qi/Tohosinki)Dan ini tidak terjadi pada DBSK saja, tapi juga grup D-NA yang merupakan singkatan Daebak Namja. Grup yang akan tampil bersama Super Junior di Jakarta 4 Juni di Istora Senayan nanti pun memiliki dua nama lagi. Nama internasional mereka adalah The Boss (yang akan digunakaan saat di Jakarta ) . Sementara di Jepang, mereka dikenal dengan Daikoku Danji.

“”Satu-satunya grup K-pop yang tidak punya ketua mungkin hanyalah 2PM. Setelah keluarnya Park Jae Bom, pihak manajemen mereka tidak mencari pengganti ketua.””

Ada juga Girl’s Generation yang biasa dipanggil Soshi, dengan nama SNSD (So Nyeo Si Dae) atau Shōjo Jidai. Cho Shin Sung dengan nama alias Supernova atau Choshinsei (CSS). Bahkan penyanyi yang sekarang sukses sebagai aktor internasional seperti Rain juga punya banyak nama.

Di Korea, Rain dikenal sebagai Bi. Sebagai penyanyi internasional: Rain. Sedangkan sebagai aktor – ketika bermain di “Ninja Assasins” dan “Speed Racer”, ia memakai nama aslinya: Jung Ji Hoon.

Boyband terbaru yang punya banyak nama adalah BEAST. Ketika awal debut, grup ini bernama B2ST, singkatan dari Boys To Search For Top. Tapi setelah meluncurkan debut singlenya, namanya pun menjadi BEAST.

Jadi, jangan kaget dulu kalau melihat muka- muka familiar tetapi punya berbagai nama. Yang seperti ini hanya bisa ditemukan di dunia K-pop.

HOBI DENGAN SINGKATAN

Entah kenapa grup atau penyanyi senang sekali menyingkat-nyingkat nama grup mereka. Ini bukan sekadar singkatan biasa seperti My Chemical Romance yang disingkat MCR — yang hanya nama panggilan, bukan nama resmi yang tampil di sampul album.

Menjadi penggemar K-pop berarti bersiap- siap menghafal berbagai singkatan.

Nama-nama grup yang disingkat yang paling unik biasanya datang dari grup-grup asuhan YG Entertainment. Jadi, awas jangan sampai salah sebut. Simak 1tyme, yang dibaca dengan One Time; 5tion (baca: fiction); f.cuz (baca: focus) dan 2NE1 (baca: To Anyone).

Grup asuhan di bawah naungan JYP (Jin Young Park) juga punya singkatan yang diambil dari konsep hari. Ia mengasuh 15 remaja dan kemudian dibagi ke dalam dua grup “siang” dan “malam: 2AM & 2PM.

Bahkan yang lebih ekstrem, anggota pun mendadak punya nama beda dan formatnya — tentunya singkatan. Contoh, lagi-lagi YG Entertainment rajanya. Beberapa anggota Big Bang mempunyai nama panggung dari singkatan yang unik: T.O.P, dan SOL (Nama panggung Taeyang di Jepang).

PUNYA WARNA KHAS

Sudah tradisi dalam K-pop, setiap grup pasti punya satu warna sebagai ciri khas. Dalam konser atau jumpa penggemar, baik para anggota band maupun penggemarnya akan menggunakan baju/aksesoris dengan warna tersebut. Peralatan perang pertama mereka biasanya balon atau light stick.

Jadi jangan kaget jika Anda datang ke festival konser K-pop dan melihat lautan warna. Buat penggemar pemula, jangan sembarang duduk jika menonton festival musik K-pop. Bisa-bisa kena usir atau malangnya malah tidak bisa menyalurkan histeria jika duduk di tempat yang salah.

Di Korea, warna ini jugalah yang kadang bisa membantu kita bergabung ke acara televisi seperti KBS Music Bank, SBS Inkigayo, MBC Music Core dan M-Net Countdown. Lumayan kan, ketimbang mengeluarkan uang untuk menonton konser?

‘LEADER & MAKNAE’

Grup K-pop punya tradisi, ketua dan anggota termuda menjadi anggota yang paling dielu- elukan. Ketika memperkenalkan diri, mereka akan menyebutkan posisi itu.

Panggilan ketua adalah leader-shi, sementara anggota termuda maknae atau the baby member. Di Korea, sebuah stasiun televisi bahkan sampai membuat program khusus untuk para maknae yang berjudul “Maknae’s Rebellions”.

Satu-satunya grup K-pop yang tidak punya ketua mungkin hanyalah 2PM. Setelah keluarnya Park Jae Bom, pihak manajemen mereka tidak mencari pengganti ketua.

‘COUPLING FANDOM’

Yang paling unik dari penggemar K-pop ini adalah pengidolaan mereka dalam format pasangan yang sering “diterjemahkan” layaknya pasangan yang berpacaran. Contoh yang paling populer adalah pasangan Yunjae alias U-Know Yunho dan Hero Jaejoong ketika DBSK masih berlima. Di setiap aktivitas jika mereka terlihat begitu akrab berdua, penggemar Yunjae langsung bersorak-sorai.

Mulai dari gambar, ilustrasi sampai fanfic (cerpen karangan penggemar yang menggunakan karakter pasangan favorit mereka) pun segera beredar di dunia maya. Begitu juga di grup lain.

Dalam SS501, misalnya. Ada pasangan Tom & Jerry (Park Jung Min dan Kim Hyun Jun). Di U- Kiss: Pasangan Elvin (Eli dan Kevin). Di FT Island: Hong Jae (Lee Hong Ki dan Lee Jae Jin) dan Jongki (Choi Jung Hun dan Lee Hong Ki).

Kemudian, di grup MBLAQ juga ada Joonmi (Lee Joon dan MIR). Terakhir, di Super Junior: Eunhae (Eun Hyuk dan Dong Hae).

Susah dicerna akal sehat tetapi begitulah K- pop.

BEDA DIDIKAN MANAJEMEN, BEDA GAYA

Cara identifikasi terakhir adalah melihat siapa yang mengasuh sebuah grup. Tiap manajemen punya gaya debut berbeda-bedaGrup-grup didikan SM Entertainment biasanya dikenal sebagai penyanyi sekaligus penghibur acara televisi andal. Seperti Eun Hyuk dari Super Junior, misalnya, yang sering diundang ke acara televisi. Ia juga menjadi anggota Dream Team — sebuah acara televisi seputar olahraga.

Grup Shin Dong juga hingga sekarang masih jadi penyiar radio sebuah bincang-bincang bersama anggota Kara, Park Gyu Ri. Begitu juga grup lain dari SM Entertainment seperti F (X) dan Shinee, wajah anggota mereka seperti Victoria atau Minho rajin hilir-mudik di televisi.

Sementara itu, didikan YG Entertainment justru sebaliknya. Mereka sangat mengutamakan citra grup sebagai penyanyi handal. Akibatnya, grup didikan mereka jarang tampil di televisi selain acara musik.

Kalau pun tampil, biasanya di acara khusus yang mengulas aktivitas mereka sendiri. Big Bang atau 2NE1 misalnya. Di stasiun Mnet dan MTV Korea, mereka punya punya acara sendiri yang disebut Big Bang TV atau 2NE1 TV.

Karena jarang tampil, mereka pun cenderung pendiam dan tidak menarik ketika hadir di acara bincang-bincang di televisi.

Didikan JYP Entertainment juga berbeda. Anggotanya biasanya dituntut bisa berakting. Ini bisa jadi dimulai dari kesuksesan Rain dalam Full House, meski beberapa memang punya pengalaman berakting semasa kecil.

Kini, dalam grup didikan JYP, pasti ada salah satu anggotanya bermain film atau drama. Sohee dari Wonder Girls pernah tampil dalam film “Some Like It Hot/Hellcats”. Seulong tampil bersama Lee Min Ho dalam “Personal Taste”. Atau Jo Kwon yang kini masih berakting dalam serial All My Love.

Sepak terjang terbesar JYP untuk “mendistribusikan” para anak didiknya di jalur drama juga terlihat ketika agensi ini menggaet manajemen artis Bae Yong Joon untuk menggarap sebuah drama musikal populer.

Terlepas dari itu, JYP juga dikenal sebagai artis manajemen yang paling demokratis. Ketika Jay Park memutuskan keluar, JYP pun menghargai keputusannya. Karena jiwa demokratis ini pula, JYP jarang terdengar ada pertikaian dengan artis atau pihak lain seperti dengan stasiun televisi misalnya.

Ini berbeda dengan YG Entertainment yang sempat berbeda pendapat dengan stasiun KBS. Atau SM Entertainment yang sempat ngambek ke Mnet.

 

Source : All K-pop

Golongan Darah Artis Korea & Sifat dari Golongan Darah

Golongan Darah Artis Korea

Ada info sedikit nih, soal golongan darah para artis Korea..

Cekidot :

Golongan darah A :

-Leeteuk Super Junior

-Kyuhyun Super Junior

-Donghae Super Junior

-Sungmin Super Junior

-Jung Yong Hwa CN. BLUE

-Yunho DBSK

-G.Dragon Big Bang

-Ha Ji Won (actor)

-Lee Min Ho

-Lee Ki Kwang BEAST

Golongan darah B :

-Siwon Super Junior

-Hangeng ex-Super Junior

-T.O.P Big Bang

-Tae Yang Big Bang

-Kim Hyun Joong

-Min Ho SHINee

-Hyun Bin

-Yoona SNSD

Golongan darah AB :

-Heechul Super Junior

-Yesung Super Junior *same with me xD*

-Simon D

-Yong Jun Hyung BEAST

-Choi Jong Hoon

-Lee Hong Ki FT Island

-Jong Sung Mo

-Mithra Jin

-Sang Choo

-Taecyeon 2PM

-Park Jin Young (JYP)

-Yuri SNSD

-Sohee Wonder Girls’

Golongan Darah O :

-Kangin Super Junior

-Shindong Super Junior

-Ryeowook Super Junior

-Eunhyuk Super Junior

-Taeyeon SNSD

-Tiffany SNSD

-Sulli f(x)

-Daesung Big Bang

-Onew SHINee

-Yoochun JYJ

Sifat Golongan Darah

SIFAT SECARA UMUM :

A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yg kadang bikin org mudah sebel, kecenderungan politik: “destra”

B : nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: �sinistra”

O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil, kecenderun gan politik: “centro”

AB: unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik.

BERDASARKAN URUTAN

Yang paling gampang ngaret soal waktu :

1. B (karena nyantai terus)

2. O (karena flamboyan)

3 AB (karena gampang ganti program)

4. A (karena gagal dalam disiplin)

Yang paling susah Mentolelir kesalahan orang :

1. A (karena perfeksionis, dan narsisme nya terlalu besar)

2. B (karena easy going juga easy judging)

3. AB (karena asal beda)

4. O (easy judging juga easy pardoning)

Yang paling bisa di percaya :

1. A (karena konsisten dan taat hukum)

2. O (demi menjaga balance)

3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)

4 AB (Mudah ganti frame of reference)

Golongan darah yang di sukai untuk jadi teman :

1. O (orangnya sportif)

2. A (selalu On time)

3. AB (Kreatif)

4. O (tergantung mood)

Teman yang paling di sebelin :

1.B (egois, easy come, easy go, maunya sendiri)

2. AB (Double standard)

3. A (Terlalu taat, dan scrupulous)

4. O (sulit mengalah)

MENYANGKUT OTAK & KEMAMPUAN

Yang paling gampang tersesat / kesasar :

1. B

2. A

3. O

4. AB

Yang paling banyak meraih medali di kompetisi Olahraga :

1. O (jago Olahraga)

2. A (persis dan matematis)

3. B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B)

4. AB (alergi terhadap setiap jenis olahraga)

Yg paling banyak jadi direktur dan pemimpin :

1 O (krn berjiwa leadership dan problem-solve r)

2 A (krn berpribadi “minute” dan teliti)

3 B (krn sensitif dan mudah ambil keputusan)

4 AB (krn kreatif dan suka ambil resiko)

Yg jadi PM jepang rata2 bergoldarah :

1 O (berjiwa pemimpin)

Mahasiswa Tokyo Univ pada umumnya bergol darah :

1 B

Yg paling gampang nabung :

1 A (suka menghitung bunga bank)

2 O (suka melihat prospek)

3 AB (menabung krn punya proyek)

4 B (baru menabung kalau punya uang banyak)

Yg paling kuat ingatannya :

1 O

2 AB

3 A

4 B

Yg paling cocok jadi MC :

1 A (kaya planner berjalan)

MENYANGKUT KESEHATAN

Yg paling panjang umur :

1 O (gak gampang stress, antibodynya paling joss!)

2 A (hidup teratur)

3 B (mudah cari kompensasi stress)

4 AB (amburadul)

Yg paling gampang gendut :

1 O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)

2 B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)

3 A (hanya makan apa yg ada di piring, terpengaruh program diet)

4 AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)

Paling gampang digigit nyamuk :

1 O (darahnya manis)

Yg paling gampang flu/demam/batuk/ pilek :

1 A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular )

2 AB (lemah thd hygiene)

3 O (makan apa saja enak atau nggak enak)

4 B (makan, tidur nggak teratur)

Apa yg dibuat pada acara makan2 di sebuah pesta :

O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging2an)

A (ngambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna)

B (suka ambil makanan yg banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb)

AB (hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”)

Yg paling cepat botak :

1 O

2 B

3 A

4 AB

Yg tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :

1 B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)

2 AB (jika lagi mood, sleeping is everything)

3 A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)

4 O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)

Yg paling cepet tertidur :

1 B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)

2 O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah kena ngantuk)

3 AB (tergantung kehendak)

4 A (tergantung aturan dan orario)

Penyakit yg mudah menyerang :

A (stress, majenun/linglung)

B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)

O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)

AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)

Apa yg perlu dianjurkan agar tetap sehat :

A (Krn terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius)

B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur)

O (Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)

AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega).

Yg paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian) :

1 A

2 B

3 O

4 AB

via. http://kpopadventureland.blogspot.com